Breaking News:

Kesehatan

Atur Waktu dan Pilihan Jenis Olahraga, Dijamin Anti Lemas saat Puasa

Puasa bukan berarti waktu dihabiskan jadi lebih banyak berdiam diri. Olahraga tetap jadi kunci badan sehat.

TRIBUN JATENG
Warga Berolahraga di komplek GOR Trilomba Juang. Meski puasa, menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga. 

Penulis: Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM -  Bulan Ramadan merupakan waktu saat kaum muslim diwajibkan menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Waktu puasa di Indonesia sendiri rata-rata sekira 13 jam. Selama itu, tubuh tidak akan mendapatkan suplai makanan maupun minuman.

Lantas, kondisi tersebut tentu membuat tubuh menjadi lemas. Namun, bukan berarti waktu dihabiskan jadi lebih banyak berdiam diri. Banyak hal yang masih bisa dilakukan, salah satunya yakni berolahraga. Mengeluarkan keringat bukan hal yang tak mungkin dijalani saat berpuasa.

Sandy Ramadhan adalah satu di antara orang yang rutin berolahraga, meski sedang berpuasa. Sandy, panggilannya, menganggap, puasa bukan menjadi penghalang baginya untuk tidak berolahraga. Ia meyakini, berolahraga saat berpuasa justru sangat efektif dalam membakar lemak.

Sebab, kata dia, walaupun sedang berpuasa yang berarti tidak makan dan minum selama seharian, tanpa disadari berat badan justru tetap saja bisa naik. Apalagi ketika kebiasaan tidur sehabis sahur dan makan berlebih saat berbuka terus dilakukan selama Ramadan.

"Tahun lalu, aku mengira puasa dapat membuat berat badanku turun. Ternyata prediksiku salah. Berat badanku justru naik hampir 4 Kilogram. Kebiasaan-kebiasaan buruk tadi aku lakukan tiap hari. Belum lagi siangnya tidur. Belajar dari tahun lalu, makanya sekarang aku putuskan untuk rutin berolahraga saat puasa," ujar pria berusia 32 tahun itu.

Di momen Ramadan tahun ini, Sandy sudah berolahraga sebanyak lima kali. Pekan lalu, ia berolahraga sebanyak tiga kali. Ia menargetkan tiga kali dalam seminggu. Agar tak menguras energinya, ia memilih berolahrga di waktu sore. Hal itu ditambah dengan kegiatan rutinnya bersepeda di jam-jam salat tertentu.

Misalkan saat subuh hari, ia biasa bersepeda ke masjid untuk salat berjamaah. Ia melakukan hal tersebut agar tak mengantuk lagi sehabis sahur. Lalu, untuk olahraga sore harinya, ia memilih untuk bersepeda juga. Ia biasa bersepeda mencari ruang terbuka hijau untuk dilanjutkan dengan olahraga jogging.

"Kadang malamnya lanjut main bulutangkis. Kalau ini jadwal rutin sebelum Ramadan. Tiap kamis malam main bulutangkis di balai kelurahan. Ya intinya belajar pengalaman dari tahun lalu. Jangan sampai berat badan nambah lagi. Yang penting stabil saja," ungkap warga Banyumanik, Kota Semarang itu.

Sementara, hal serupa juga dilakukan oleh Anggria Ahda. Dara yang akrab dipanggil Anggri ini memilih tetap berolahraga. Bagi Anggri, ibadah puasa tidak mempengaruhinya dalam rutinitas berolahraga. Dia tetap rutin rajin berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved