Breaking News:

Berita Tegal

Doa Bersama untuk Kru KRI Nanggala Awali Rakor Pengendalian Kegiatan Pemkab Tegal

Saat membuka Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I Tahun 2021 Kabupaten Tegal Senin (26/4/2021) lalu, Umi meminta seluruh peserta r

ISTIMEWA/Humas Pemkab Tegal. 
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memimpin Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I Tahun 2021 Kabupaten Tegal Senin (26/4/2021) lalu di Gedung Dadali Pemkab Tegal. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 menjadi perhatian khusus Bupati Tegal Umi Azizah. 

Saat membuka Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I Tahun 2021 Kabupaten Tegal Senin (26/4/2021) lalu, Umi meminta seluruh peserta rapat berdoa, mengheningkan cipta atas gugurnya 53 prajurit TNI Angkatan Laut, awak kapal selam yang tenggelam di perairan utara Bali.

Di sini, Umi menyampaikan rasa duka yang mendalam termasuk kepada keluarga korban yang salah satunya adalah Mayor Eko Firmanto, putra terbaik Kabupaten Tegal asal Desa Kaladawa, Kecamatan Talang. 

“Semoga mereka yang gugur sebagai patriot bangsa, mendapat tempat terbaik di sisi sang pencipta,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (30/4/2021). 

Selanjutnya, di hadapan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengikuti jalannya rakor secara virtual menekankan agar fungsi pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatannya lebih ditingkatkan.

Menurutnya, di tengah keterbatasan anggaran pembangunan akibat refocusing, aparatur pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas.

“Rakyat telah memberikan kita mandat, baik lewat suara maupun pajak. Maka sudah seharusnya kita bekerja maksimal, menghadirkan layanan prima demi meraih kepuasan masyarakat. Mencegah praktik korupsi, pungutan liar, hingga pemborosan anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan publik,” pesan Umi. 

Umi pun memerintahkan perangkat daerah melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan pembangunan fisik, khusunya yang dikerjakan oleh penyedia barang. 

Tujuan kegiatan tersebut dapat berjalan baik, lancar, tidak ada gangguan berarti, tepat waktu dan tepat mutu sesuai sesuai kontrak perjanjian kerja.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved