Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Gaspol Terobos Larangan

Menghilangkan mudik sebagai tradisi turun temurun saat merayakan Hari Raya Idulfitri, khususnya bagi para perantau, tidaklah mudah.

tribunjateng/grafis/bram
Deni Setiawan Wartawan Tribun Jateng 

Ditulis oleh Deni Setiawan, Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM - Menghilangkan mudik sebagai tradisi turun temurun saat merayakan Hari Raya Idulfitri, khususnya bagi para perantau, tidaklah mudah. Keselamatan, kesehatan, hingga kenyamanan pun kerapkali diabaikan demi menengok kampung halaman.

Namun terhitung dua tahun ini, tradisi masyarakat Indonesia itu dilarang dengan alasan masih masa pandemi Covid-19. Dikhawatirkan bisa memicu peningkatan kasus pasca aktivitas mudik Lebaran tersebut.

Terasumsikan, dari para pemudik itu berpotensi membawa virus di kampung halamannya. Terlebih mayoritas kasus tanpa ada gejala atau tanpa disadari sebelumnya jika yang bersangkutan terinfeksi virus corona.

Kebijakan yang cukup masuk akal sebenarnya ketika hal itu diterapkan secara tegas. Namun pada praktiknya, itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Tak sedikit di antara perantau yang telah berada di kampung halaman, berkumpul dengan keluarga dengan berbagai cara. Jika tak sekadar di atas kertas, tentu tak kecolongan kasus di Kabupaten Pati.

Belum lagi beberapa pemudik yang kucing-kucingan, memilih waktu tepat agar bisa gaspol menerobos sekat di wilayah perbatasan yang telah dijaga petugas. Termasuk mudik menggunakan bus, sepeda motor dimasukkan ke dalam bagasi.

Mengapa bisa demikian? Dalam berbagai contoh kasus, tak bisa serta merta pemerintah menyalahkan tingkat kesadaran masyarakatnya. Perlu disadari dan dipahami, banyak sebab akibat mereka kembali terkesan ngeyel, acuh atas berbagai aturan pemerintah.

Terlebih tak dimungkiri muncul stigma di tengah masyarakat apabila masa pandemi ini justru dijadikan ‘proyek’ oleh segelintir oknum individu, kelompok, atau bahkan instansi tertentu.

Sebagai bukti, contoh temuan praktik bisnis surat keterangan sehat Covid-19 di Kabupaten Cilacap dimana yang menjadi sasaran adalah para sopir truk. Mengcovidkan pasien yang sebenarnya sekadar sakit batuk.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved