Breaking News:

Berita Solo

Gibran Ngamuk, Lurah Gajahan Solo Diduga Terlibat Pungli Bermodus Zakat: Senin Dibebastugaskan

Gibran menuturkan, sejumlah uang yang kadung terkumpul hingga senilai Rp 11,5 juta akan segera dikembalikan ke pemberi zakat fitrah. 

TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tiba di tempat kerjanya yang baru di Balai Kota Solo menggunakan mobil dinas, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah oknum Linmas diduga melakukan pungutan liar dengan modus penarikan zakat fitrah. 

Akibat aksi tersebut, Lurah Gajahan berinisial S harus menelan pil pahit  yang dilakukan sejumlah oknum Linmas

Mereka diduga menarik pungutan liar bermodal surat bertandatangan S yang dibawa menggunakan map kertas. 

Akibatnya, S mendapatkan sanksi tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo atas kasus dugaan tersebut.

Baca juga: Tempat Karantina Pemudik Super Mewah di Solo, Gibran Tunjuk Hotel Bintang 4: Kalau Kurang Ditambahi

Baca juga: Solo Menari 2021, Gibran: Event Budaya Jangan Terhenti di Tengah Pandemi 

 Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan sanksi untuk S sudah disiapkan.

"Hari Senin dibebastugaskan. Pokoknya nanti habis ini diproses inspektorat dan dinas terkait," kata Gibran, Minggu (2/5/2021).

Gibran menuturkan, sejumlah uang yang kadung terkumpul hingga senilai Rp 11,5 juta akan segera dikembalikan ke pemberi zakat fitrah. 

Pemberi zakat disebut-sebut merupakan beberapa pemilik toko yang ada di kawasan Gajahan.  

"Hari ini menunggu toko-toko di gajahan buka, kemudian saya, Camat, dan Lurah mengembalikan uangnya satu per satu sejumlah Rp 11,5 juta," tutur dia.

"(Jumlah toko) Banyak. Satu toko bisa (memberi zakat) Rp 10 ribu, Rp 50 ribu. Banyak yang tidak nyaman dan banyak yang berkeluh kesah," tambahnya. 

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved