Breaking News:

Haerudin Terpilih Sebagai Ketua Jejaring Panca Mandala Jateng

Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin terpilih sebagai Ketua Forum Pusaka Pancasila Mandala Sak Lawase Jejaring Panca Mandala Jawa Tengah.

tribunjateng/ist
Forum Pusaka Pancasila Mandala Sak Lawase JPM Jawa Tengah di Aula Cendrawasih, Gedung Badan Kesbangpol Jateng, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin terpilih sebagai Ketua Forum Pusaka Pancasila Mandala Sak Lawase Jejaring Panca Mandala Jawa Tengah. Haerudin terpilih secara aklamasi dalam forum yang digelar di Aula Cendrawasih, Gedung Badan Kesbangpol Jateng, Jumat (30/4/2021).

Pertemuan forum tersebut, dihadiri puluhan peserta perwakilan dari berbagai jejaring Pendidikan, Ormas, Media, Pengusaha, dan Pemerintah.

"Terima kasih atas kepercayaannya. Saat ini baru dipilih Ketua dulu, sebagaimana telah disepakati. Pada pertemuan selanjutkan kita bentuk kepengurusannya. Kalau bisa kita jadwalkan sebelum Lebaran," kata Haerudin.

Acara dipimpin oleh Noorochmat dari Unnes yang sebelumnya memaparkan perkembangan terkini mengenai Jejaring Panca Mandala di Indonesia dan Jawa Tengah. Menurutnya Jateng juga sebagai pioner dalam hal pembentukan Jejaring Panca Mandala (JPM). JPM adalah mitra Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam Membumikan Pancasila.

Dalam pertemuan di Kesbangpol ini, muncul beberapa pertanyaan dan usulan dari peserta. Antara lain Bambang Supriyono sekretaris Komite Seni Budaya Nusantara Jateng, mengusulkan agar keberadaan JPM ini segera diperjelas, mengenai pendananaan, kepepengurusan, agenda dan program selanjutnya.

Sedangkan KH Taslim Sahlan Ketua FKUB Jateng yang juga duduk di deretan pembicara, mengatakan, beberapa contoh yang telah dilakukan FKUB mungkin bisa dilaksanakan juga oleh JPM. Misalnya menjalin kerjasama dan silaturahmi lintas agama, baik di tingkat provinsi maupun ke daerah-daerah.

Didit dari HMI Jateng mengusulkan agar JPM ini tidak menjadi wadah untuk memberikan peluang terjadinya penafsiran tunggal Pancasila. Karena Pancasila bersifat terbuka, memberi ruang kepada siapapun untuk interpretasi terkait sila-sila maupun pemahamannya.

Menanggapi hal itu, Noorochmat menyatakan bahwa saat ini tidak ada penafsiran tunggal. Yang jelas Pancasila ya ada lima sila, dan 36 butir-butir pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila itu. (wid)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved