Pencarian Kapal Selam Nanggala

Inilah Sosok Kolonel Iwa Kartiwa Mantan Komandan KRI Nanggala 402: Terbaring, Paru-paru Keracunan

Di media sosial Twitter, 29 April 2021, viral unggahan yang membagikan kisah mantan Komandan KRI Nanggala-402, Kolonel Iwa Kartiwa.

Editor: galih permadi
(dok bangkapos.com)
Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa SH saat masih menjabat sebagai Danlanal Babel 

"Iya benar, karena keracunan metal, kalau dari dokter itu, mulai kena ketika dalam bertugas, dulunya adik saya sehat-sehat aja," ujar Anton saat dihubungi Kompas.com, Jumat siang.

Iwa Kartiwa, asal Tasikmalaya, Jawa Barat, menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Selam pada 2016-2019.

Kolonel Iwa Kartiwa juga penerima langsung dua Kapal Selam terbaru dari Korea Selatan. Bahkan, ia ikut ke Korea selama tiga tahun.

Menurut Anton, Iwa pula sosok di balik penyelenggaraan Konferensi Kapal Selam International Asia Pacific.

Paru-paru keracunan metal

Anton mengungkapkan, menurut diagnosis dokter, paru-paru Iwa keracunan metal/mercury.

"Adik saya menjadi komandan kapal selam selama 3 tahun, tetapi di tengah perjalanan dia mengalami sesak. Begitu diperiksa di rumah sakit Angkatan Laut, setelah dilakukan scan segala macam, ya intinya itu sesaknya karena keracunan metal," ujar Anton.

Anton menjelaskan, keracunan tersebut kemungkinan terjadi ketika Iwa sedang memperbaiki kapal selam dan saat berada di kapal selam dalam kondisi mesin mati.

Anton pun sempat mengonfirmasikan hal itu kepada adiknya.

"Saya sempat tanya ke adik saya, sering mati mesin enggak? Dijawab, iya kadang-kadang mati, tapi cuma beberapa menit. Nah ketika berada di dalam sana, kalau mesin mati yang dihirup karbon," papar Anton.

Berbobot 40 kg, sering batuk keluar darah

Saat ini, Iwa dirawat di rumahnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan menjalani rawat jalan atas kondisi medisnya.

"Untuk jalan saja sudah susah. Padahal dulu pelari, pendaki, lalu bicara juga sudah susah, batuk-batuk terus, kadang-kadang keluar darah, badannya juga tinggal 40-45 kg, kurus sekali sampai kelihatan tulang-tulangnya," kata Anton.

Menurut Anton, kini Iwa juga enggan ditemui dan lebih banyak merenung, terutama setelah mengetahui insiden yang menimpa KRI Nanggapa-402. 

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved