Breaking News:

Pencarian Kapal Selam Nanggala

Inilah Sosok Kolonel Iwa Kartiwa Mantan Komandan KRI Nanggala 402: Terbaring, Paru-paru Keracunan

Di media sosial Twitter, 29 April 2021, viral unggahan yang membagikan kisah mantan Komandan KRI Nanggala-402, Kolonel Iwa Kartiwa.

Editor: galih permadi
(dok bangkapos.com)
Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa SH saat masih menjabat sebagai Danlanal Babel 

Iwa tak pernah meninggalkan "Korps Hiu Kencana", kecuali saat menjadi Danlanal di Bangka Belitung. 

Anton mengatakan, peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga menimbulkan kesedihan bagi Iwa.

Para awak KRI Nanggala-402, kata Anton, telah seperti keluarga sendiri untuk adiknya. 

"Jadi hidupnya di kapal selam, dan dengan Naggala itu sudah kayak rumahnya sendiri, ada bocor sebesar jarum saja dia itu tahu, sangat diperhatikan," kata Anton. 

"Nah ketika Nanggala kemarin tenggelam, ya mungkin terpukul juga gitu kan, sudah puluhan tahun di sana, dan sekarang kebetulan yang mungkin terlama juga yang masih hidup, yang lain sudah meninggal semua setelah adik saya," tambah Anton. 

Gadaikan hidup dengan maut

Anton mengaku mengetahui betul karena selama ini selalu berkumpul dengan Iwa dan rekan-rekannya serta berbagai cerita tentang kondisi menjadi pasukan khusus kapal selam.

Adiknya merupakan lulusan Akademi Militer Angkatan Laut Tahun 1991 dan sepanjang karirnya menjadi orang terpilih di pasukan khusus kapal selam Indonesia.

"Jadi selain pernah menjadi komandan Kapal Selam KRI Nanggala 403, Iwa juga pernah menjadi komandan kapal selam milik Indonesia lainnya sampai akhirnya menjabat sebagai Dansatsel (Komandan Satuan Kapal selam) TNI AL. Iwa dan teman-temannya adalah orang yang gadaikan hidupnya langsung selama bertugas di kapal selam," tambah Anton.

Menurut Anton, selama ini pasukan khusus kapal selam saat bertugas sangat mengetahui risikonya selama menyelam di bawah lautan.

Anton heran kru kapal selam rajin puasa sunat Senin-Kamis Berbeda dibandingkan dengan kapal lainnya atau tugas lainnya yang jika ada sesuatu ada celah untuk menyelamatkan diri.

"Tapi kalau kapal selam itu mereka tahu saat sudah masuk dan bertugas tidak ada celah untuk selamat jika sedang berada di dalam air.

Di kapal selam itu, personel keluar langsung pecah tubuhnya karena tekanan air bawah laut. Kalau mesin mati langsung tidak bisa selamat," ujar Anton.

Makanya, Anton dulu sempat keheranan karena adiknya dan rekan-rekannya sangat rajin berpuasa Sunat Senin Kamis dan selalu mendekatkan dirinya ke pencipta.

Dirinya pun langsung mengetahui alasannya bahwa tugas yang dulu jumlahnya hanya 150 orang di Indonesia sebagai pasukan khusus kapal selam saat bertugas menggadaikan hidupnya selama berada di dalam air.

"Mereka gadaikan hidup dengan maut. Mereka kenapa lagi dinas puasa terus senin-kamis, saya batu tahu alasannya mungkin saat berdinas berhadapan dengan maut. Maka saat kejadian itu nangis di rumah meski sedang sakit didampingi saya. Dulu katanya jumlahnya 150 orang, sekarang ada 300 orang pasukan khusus kapal selam di Indonesia," ujar dia.

Perhatian pemerintah

Anton meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib pasukan-pasukan khusus, seperti satuan kapal selam.

Setidaknya, para awak satuan-satuan khusus yang bergelut dengan maut itu disejajarkan dengan pegawai BUMN dalam segi hal kesejahteraan.

"Sementara bisa kita lihat, bukannya saya cemburu pada pegawai BUMN yang istilahnya risikonya sangat kecil, kemudian hari Sabtu-Minggu bisa berlibur dengan kelurga, gajinya juga berlipat-lipat, sepertinya kurang adil," ujar Anton.

"Boleh saja mereka bergaji besar, tetapi pasukan khusus gajinya juga harus lebih besar lagi. Kalau di satuan kapal selam itu kan cuma ratusan (krunya), masak enggak bisa ngopeni yang segitu, mohon perhatian khusus lah. Baik salary, rumah dinas disiapkan untuk yang sudah pensiun, ya pokoknya ada perhatian lebih gitu lah," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Komandan Kapal Selam Iwa Kartiwa yang Rajin Puasa, Sang Kakak Ungkap Kisah Pilu Adiknya, 

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved