Breaking News:

Tadarus

TADARUS: Lailatul Qodar dan Keistimewaan Umat Muhammad

TADARUS: Lailatul Qodar dan Keistimewaan Umat Muhammad.Ditulis oleh KH Hanief Isma'il, Lc | Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
KH Hanief Ismail, Lc | Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang 

Ditulis oleh KH Hanief Ismail, Lc | Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang

TRIBUNJATENG.COM -Dalam sebuah nazham dari kitab “Aqidatul Awam karya Sayyid Ahmad Al-Marzuqi dituturkan sebagai berikut: *Nabiyyuna Muhammadun qod ursila* Lil ‘alamina rahmatan wa fudhdhila*Nabi kita Muhammad SAW telah diutus - Ke alam semesta sebagai rahmat dan beliau telah diberi keutaman.
Keutamaan atau keistimewaan yang diberikan Allah SWT ini juga berdampak pada keistimewaan yang diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW dibanding umat-umat dari nabi-nabi terdahulu.
Hal ini sangat tampak sekali dalam berbagai amalan ibadah yang diperintahkan Allah SWT kepada mereka, antara lain seperti ; shalat, zakat, puasa dan lain sebagainya. Umat Muhammad mendapatkan kewajiban melaksanakan shalat hanya 5 kali dalam sehari semalam, namun Allah melipat gandakan pahalanya 10 kali lipat dalam setiap kali shalat.
Sehingga umat Muhammad yang menjalankan shalat lima waktu pahalanya sama dengan shalat 50 waktu seperti yang pertama kali diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW ketika Isra
Mi'raj.
Pada urusan zakat, umat terdahulu wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 10 persen. Sedangkan umat Muhammad hanya berkewajiban mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Artinya umat Muhammad hanya wajib mengeluarkan zakatnya jauh lebih sedikit daripada zakat umat nabi
terdahulu.
Puasa yang dilakukan umat terdahulu adalah sehari semalam. Dari waktu isyak hingga isyak lagi. Kesempatan makan hanya sekali dalam sehari semalam dan juga tidak boleh kumpul suami istri. Berbeda dengan umat Muhammad, puasa yang harus mereka laksanakan hanya dimulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari. Di malam hari sebelum fajar shadiq terbit, umat Muhammad SAW masih diperkenankan makan, minum dan kumpul suami istri.
Allah menciptakan umur umat Muhammad tidak terlalu panjang. Rata-rata antara 60-70 tahun. Ada yang kurang dan ada yang lebih. Namun yang melewati umur 100 tahun sangat jarang kita temukan.
Berbeda dengan umur umat terdahulu yang bisa mencapai ratusan tahun, bahkan seribu tahun lebih Umur Nabi Adam lebih dari 900 tahun, Nabi Nuh lebih 1.000 tahun, demikian juga
Nabi-nabi yang lain umur mereka kebanyakan seabad lebih. Dengan pendeknya umur umat Muhammad tidak menjadikan mereka tidak bisa memperoleh pahala dari ketaatan mereka sebanyak-banyaknya dari Allah SWT.
Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa memperoleh pahala melebihi umat terdahulu meski umur umat sekarang hanya pendek.
Lailatul Qadar
Lailatul Qadar atau malam kemulyaan yaitu satu malam yang mana Allah akan memberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW yang beramal shalih dengan pahala yang nilainya lebih baik dari amal shalih 1000 bulan yang dilakukan pada waktu lainnya.
Jika dihitung, apabila ada seseorang yang beribadah atau beramal shaleh bertepatan dengan Lailatul Qadar satu kali saja, maka ia sudah melakukan sesuatu yang nilainya lebih baik dari beribadah seribu bulan atau 83 tahun lebih.
Hal ini tidak lain dikarenakan Allah mengistimewakan umat Nabi Muhammad dibanding dengan umat terdahulu dengan adanya lailatul qadar.
Kapan Terjadi
Para ulama mengatakan lailatul qadar datang pada malam ganjil di sepertiga terakhir bulan suci Ramadan yaitu antara tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29. Kebanyakan para ulama cenderung mengatakan lailatul qadar jatuh pada malam tanggal 27 Ramadan.
Tapi ada juga yang mengatakan bahwa lailatul qadar adalah rahasia Ilahi, hanya Allah SWT yang tahu kapan akan terjadi lailatul qadar, karena dirahasiakan oleh Allah sehingga bisa saja terjadi pada salah satu malam mulai tanggal 1 hingga akhir Ramadan agar umat Muhammad
bersemangat dalam beramal shalih atau beribadah di malam hari selama bulan suci Ramadan.
Cara Menggapai
Agar seseorang bisa mendapatkan kemulyaan lailatul qadar, minimal dengan melakukan shalat maghrib, isya;, subuh dengan berjamaah, dan atau melaksanakan shalat sunnah rawatib, tarawih dan witir, maka orang tersebut sudah pasti bisa menggapai Lailatul Qadar dengan baik.
Jika amaliah ini dilakukan dari awal bulan hingga akhir Ramadan secara istiqamah, palagi ditambah dengan amalan lainnya. Seperti membaca Alquran, berzikir, shalat tasbih, dan terutama menjauhi perilaku yang menghalanginya meraih kemulyaan Lailatur Qodar. Yaitu kebiasaan mabuk khamer, durhaka terhadap orang tua, menyimpan dendam di hati, memutus silaturrahim dan dosa besar lainnya.
Berdoa
Hendaknya seseorang memperbanyak baca doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada istrinya, Aisyah RA. "Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî”. Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah (dosa-dosa) kami. Selamat meraih Lailatul Qadar dan semoga kita semua diberi pertolongan oleh Allah SWT bisa bertemu dengannya di bulan suci Ramadan tahun ini, Amiin!. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved