Breaking News:

Berita Viral

Viral Bocah 12 Tahun Merokok Sopiri Trailer Ditangkap Polisi, Ini Reaksi Asosiasi Pengusaha Truk

Video memuat aksi bocah 12 tahun mengendarai truk yang melintas di satu ruas jalan tol viral baru-baru ini.

istimewa
Tangkap layar video viral bocah laki-laki berumur 12 tahun menyetir truk tronton. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Video memuat aksi bocah 12 tahun mengendarai truk yang melintas di satu ruas jalan tol viral baru-baru ini.

Dari video tersebut diketahui, bocah berusia 12 tahun.

Dia mengatakan sedang menuju Tasikmalaya. Sembari mengemudikan truk yang tengah membawa angkutan peti kemas, dia juga sempat menghisap rokok.

Polisi mengungkap kejadian di tol Cikampek tersebut.

Meskipun ditangkap, namun bocah tersebut tidak ditilang polisi lantaran di bawah umur. Polisi hanya melakukan pembinaan.

Sementara itu, ditegaskan anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dari pusat hingga daerah tidak pernah melakukan kesepakatan kerja dengan orang-orang yang tidak mempunyai SIM B1 atau B2 Umum, apalagi dengan anak-anak di bawah umur.

"Semua yang terjadi di Aptrindo adalah legal dan semua anggotanya memiliki izin usaha resmi.

Perusahaan Truk hanya melakukan kesepakatan kerja dengan pengemudi berlisensi saja (SIM)," kata Wakil Ketua Aptrindo Jateng-DIY, Bambang Widjanarko, Minggu (2/5/2021).

Ketika ditanya apakah pengusaha truk juga melakukan kesepakatan dengan pendamping sopir atau kernet, Bambang mengatakan perusahaan truk tidak ada urusan dengan kernet.

Mereka biasanya dipilih oleh pengemudi sendiri untuk menemaninya sepanjang perjalanan.

"Maka ada Pengemudi yang berjalan tanpa kernet atau dikerneti oleh istrinya. Pokoknya pengemudi memilih sendiri partner perjalanannya," jelas pria asal Purwokerto ini.

Menurutnya, perusahaan memang bisa memantau pergerakan truk nya melalui GPS, namun tidak bisa mengetahui siapa yang mengemudikannya.

"Selama ini, jika terjadi penyelewengan, misalnya sepanjang jalan ternyata truk dikemudikan orang lain selain pengemudi yang terdaftar, kalau ketahuan pasti akan disanksi perusahaan atau bahkan pemutusan kesepakatan kerjasama," tandasnya.

Namun sayangnya, lanjutnya, penyelewengan tersebut akan ketahuan saat terjadi kecelakaan atau peristiwa pembegalan/perampokan. Serta kejadian lain, seperti halnya yang viral kali ini.

"Jadi sebenarnya perusahaan tidak mengetahui hal ini. Karena tidak mungkin perusahaan akan memberikan Truk kepada yang belum usia matang dan belum bisa bertanggung jawab secara dewasa," imbuhnya.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved