Breaking News:

Berita Slawi

76 Orang Terjaring Operasi Yustisi, Salah Satunya Rombongan Odong-odong

Masih banyak ditemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Petugas sedang memberikan arahan dan sosialisasi kepada warga yang kedapatan melakukan pelanggaran prokes seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak. Sebanyak 76 orang terjaring operasi yustisi berlokasi di Pos PAM Klonengan Margasari, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Meskipun tren kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal cenderung sedang naik, tapi fakta di lapangan masih banyak ditemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker. Sehingga mereka terjaring operasi yustisi berlokasi di Pos PAM Klonengan Margasari, Minggu (2/5/2021).

Petugas sedang memberikan arahan dan sosialisasi kepada warga yang kedapatan melakukan pelanggaran prokes seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak. Sebanyak 76 orang terjaring operasi yustisi berlokasi di Pos PAM Klonengan Margasari, Minggu (2/5/2021).
Petugas sedang memberikan arahan dan sosialisasi kepada warga yang kedapatan melakukan pelanggaran prokes seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak. Sebanyak 76 orang terjaring operasi yustisi berlokasi di Pos PAM Klonengan Margasari, Minggu (2/5/2021). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Tim gabungan yang melaksanakan operasi yustisi yaitu Satpol PP Kabupaten Tegal, Dishub Kabupaten Tegal, Polres Tegal, dan TNI.

Dari awal sampai kegiatan berakhir, banyak ditemukan masyarakat yang abai keluar rumah tanpa mengenakan masker.

Beberapa pengendara ada yang berhasil menghindari petugas, namun ada juga yang nyaris terjatuh dari motor karena panik melihat petugas yang sedang beropeasi.

Ada juga yang berusaha mengelabui petugas dengan menggigit kaos yang ia kenakan dan mengangkat keatas sedikit menutupi mulut seolah-olah itu adalah masker. Namun tetap saja petugas tidak bisa dikelabui dan yang bersangkutan langsung diminta untuk ke bagian pendataan.

Kasi Bimwaslu (Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan) Satpol PP Kabupaten Tegal, Solehudin menuturkan, warga yang kedapatan melakukan pelanggaran prokes maka dikenakan sanksi.

Mereka bisa memilih apakah sanksi berupa denda (administrasi) senilai Rp 10 ribu atau sanksi sosial yaitu melafalkan pancasila dan lagu-lagu kebangsaan.

"Khusus hari ini saja yang berhasil kami jaring sekitar 76 orang. Dari jumlah tersebut 50 orang memilih sanksi denda dan sisanya 26 orang memilih sanksi sosial. Kami melakukan operasi yustisi biasanya sehari dua kali dan masih ditemukan banyak warga yang melanggar," ungkap Solehudin, pada Tribunjateng.com.

Solehudin pun menyayangkan karena masih banyak warga yang acuh tidak mengenakan masker.

Rata-rata setiap hari saat melaksanakan operasi yustisi ada 20 orang lebih yang melanggar protokol kesehatan tidak mengenakan masker.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved