Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Belajar dari India

Rose Marouk, seorang wanita dari Inggris mengisahkan perjuangan keluarganya yang berada di India.

tribunjateng/grafis/bram kusuma
ERWIN Ardiansyah wartawan Tribun Jateng 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Erwin Ardian

TRIBUNJATENG.COM - Rentetan kisah pilu terkait pasien Covid-19 bukan hal baru lagi. Sejak kasus ini merebak pertama kali di Wuhan Tiongkok awal tahun lalu, pergerakan virus Corona seolah tak terbendung. Beruntung di Indonesia kondisi yang terjadi tak separah di beberapa negara lain seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan Italia.

Setelah jumlah kasus sempat turun, bayang-bayang ketakutan kini kembali hadir melihat situasi di India. Rose Marouk, seorang wanita dari Inggris mengisahkan perjuangan keluarganya yang berada di India. Paman Rose Marouk adalah seorang politisi di negara bagian Punjab, India yang terinfeksi Covid-19. Saking penuhnya semua rumah sakit, keluarga Rose harus membawa sang paman berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya selama 14 jam nonstop dengan mobil.

Kondisi ini sejalan dengan data ketersediaan rumah sakit di India. Pekan lalu dilaporkan dari total 4.821 tempat tidur ICU di New Delhi, yang tersisa tinggal 18 tempat tidur saja. Tsunami covid-19 membuat warga India kini berebut fasilitas ICU, tabung oksigen, hingga obat remdesivir.

Video viral warga India yang menangis karena kerabatnya tak kebagian tabung oksigen makin sering terlihat di internet. Memilukan sekaligus menakutkan. Jika dirunut ke belakang, kondisi di India berawal dari perayaan upacara keagamaan yang mengabaikan protokol kesehatan. Warga dan pemerintah India lengah, karena merasa kasus covid di negeri itu sudah turun drastis. Warga tumpah ruah di tempat umum tanpa masker merayakan hari besar keagamaan, tanpa memakai masker dan menjaga jarak.

Dan terjadilah. Hanya berselang dua minggu setelah itu, angka kenaikan jumlah pasien covid-19 baru terus bertambah secara drastis. Pemerintah pun akhirnya kewalahan dan menyerah. Organisasi kesehatan Dunia WHO sudah sejak jauh hari memperingatkan, kondisi seperti di India ini bisa terjadi di negara manapun dalam waktu singkat.

Dari semua negara di dunia, Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan India, diantaranya jumlah penduduk dan persebarannya. Dan tak lama lagi, kita akan merayakan Idulfitri. Peringatan dari WHO hendaknya menjadi perhatian warga Indonesia. Kita tentu tak ingin dua minggu setelah Lebaran, kondisi menjadi mengerikan seperti India.

Kesalahan warga India yang abai terhadap protokol kesehatan dan berkerumun saat merayakan hari besar keagamaan menjadi pelajaran berharga. Meski jumlah pasien baru kini sedang melandai, Corona masih menjadi ancaman serius yang terus mengintai.

Jika tak ingin melihat seluruh tempat tidur rumah sakit di negeri ini penuh, keluarga pasien berebut tabung oksigen, dan pasien harus berkeliling mencari rumah sakit yang kosong, kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan ketat saat merayakan Lebaran nanti.

Berbagai upaya pemerintah untuk menghalau penyebaran virus corona harus kita dukung sesuai peran masing-masing. Tak pelu melakukan hal yang patriotik dan sulit dilakukan. tak perlu menjadi pahlawan agar negara kita terhindar dari situasi seperti India. Cara paling mudah untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini adalah dengan cara membatasi pergerakan masing-masing, sambil terus menerapkan protokol kesehatan. (*)

Penulis: erwin adrian
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved