Breaking News:

Berita Slawi

Fokus Penyekatan Saat Larangan Mudik di Kabupaten Tegal Ada di Tiga Titik, Berikut Daftarnya

Jika sebelumnya titik penyekatan larangan mudik di Tegal ada di empat titik, saat ini fokus tiga titik.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Dwi Himawan Chandra, saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (2/5/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jika sebelumnya titik penyekatan larangan mudik yang berlangsung pada tanggal 6-17 Mei 2021 di Kabupaten Tegal ada di empat titik, saat ini yang menjadi fokus utama ada di tiga titik.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polres Tegal, AKP Dwi Himawan Chandra, pada Tribunjateng.com, Minggu (2/5/2021) kemarin.

Dijelaskan, dari rencana awal empat titik penyekatan sekarang difokuskan di tiga titik karena satu titik lainnya yaitu yang ada di Selapura dijadikan Pos pengamanan.

Penyekatan masih ada, namun bersifat situasional (menyesuaikan kondisi). Sedangkan di tiga lokasi lainnya penyekatan dan pengetatan dilaksakan  saat larangan mudik berlangsung.

"Tiga titik penyekatan yang saya maksud yaitu di Pos PAM Klonengan Margasari, Pos PAM pintu tol (Exit tol Adiwerna), dan Pos PAM LIK Pantura. Sedangkan Pos PAM Selapura pelaksanaannya selektif prioritas mengingat daerah ini merupakan jalur kecil," ungkap AKP Himawan.

Sebelumnya, Satlantas Polres Tegal bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, melaksanakan kegiatan pengetatan dalam rangka persiapan penyekatan larangan mudik berlokasi di Pos PAM Klonengan Kecamatan Margasari, Minggu (2/5/2021). 

Pada kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini, menyasar kendaraan yang berasal dari Jakarta menuju ke selatan atau arah Banyumas.

Ada sekitar 8 kendaraan yang diduga membawa penumpang atau Travel Gelap.

Sehingga untuk penumpang diarahkan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan yang semestinya yaitu bus. Sedangkan kendaraan travel gelap ditahan sampai menunggu proses masa sidang tilang selesai.

"Tadi ada 8 kendaraan yang kami tahan karena merupakan travel gelap. Kenapa kami yakin itu travel gelap? Bisa dilihat dari tujuan penumpang yang berbeda satu sama lain. Ditambah kebanyakan dari mereka tidak ada yang membawa surat jalan atau surat keterangan sehat. Selain menahan kendaraan, kami juga meminta putar balik kendaraan sebanyak 20-30 kendaraan khususnya mobil pribadi yang tidak ada izin atau surat tugas termasuk surat sehat," terang AKP Himawan.

Tapi menurut AKP Himawan, masih ada beberapa pengendara yang mematuhi atauran dengan membawa surat izin jalan atau surat keterangan sehat. Sehingga mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan. 

Namun bagi mereka yang tidak melengkapi dengan surat keterangan sehat dan lain-lain, maka dilakukan pemeriksaan dan untuk kendaraan pribadi langsung diminta putar balik ke arah awal. Sedangkan untuk kendaraan travel gelap diamankan di lokasi yang sudah ditentukan. 

"Tujuan kami mengamankan kendaraan travel gelap, supaya dikemudian hari mereka tidak mengulangi lagi dengan membawa penumpang mudik. Sementara itu dari 40-50 pengendara random sampel yang di rapid test antigen semua hasilnya negatif," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved