Breaking News:

Berita Semarang

Hysteria dan UPH Tawarkan Wisata Sejarah dan Religi Lewat Panggilan Kali Semarang

Tawarkan wisata sejarah dan religi di Bukit Bergota, Kolektif Hysteria bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang dan Paguyuban Kali Semarang

Istimewa
Tour makam dalam acara Panggilan Kali Semarang di Bergota oleh Kolektif Hysteria dan UPH Tangerang, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tawarkan wisata sejarah dan religi di Bukit Bergota, Kolektif Hysteria bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang dan Paguyuban Kali Semarang menyelenggarakan Panggilan Kali Semarang untuk pertama kalinya.

Bertempat di sekitaran RW IV Randusari, rangkaian acara yang juga diniatkan kado untuk HUT Kota Semarang dimulai sejak 27 April hingga Minggu (2/5/2021).

Acara ini bermula dari riset bersama oleh UPH Tangerang dan Kolektif Hysteria beberapa bulan sebelumnya yang berminat pada kehidupan sehari-hari warga setelah bertahun sebelumnya kampung dicat warna warni.

Dari amatan lapangan diketahui bahwa pudarnya warna cat juga beriringan dengan kunjungan wisatawan yang makin surut.

Menurut Ernest Irwandi dari UPH, hal ini tersebab minimnya aktivitas warga untuk membuat kegiatan dan juga dari mural yang sudah pernah dibuat nyaris minim sekali yang berkenaan dengan cerita lokal di sana.

"Nyai Brintik misalnya, ceritanya tidak banyak dieksplore padahal itu bagian sejarah kampung," ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021).

Riset singkat yang dilakukan diharapkan memberi kekayaan cerita di sana dan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi wisatanya.

Direktur Hysteria, A Khaerudin menambahkan, ini kali pertama masuk cukup intens di kampung yang terkena sebagai pekuburan umum sejak ratusan tahun lalu. Bukti yang dikumpulkan sejarawan maupun arkeolog membuktikan Bergota adalah pemukiman kuno yang sudah ada sebelum Islam masuk.

"Banyak narasumber yang menyatakan daerah ini dulunya merupakan perbukitan kuno yang masih sederetan dengan Gedong Batu, Simongan," katanya.

Adin, sapaannya, menambahkan bahwa Bergota bisa menjadi hubungan atau konektor bagi banyak tokoh penting berkaliber nasional maupun internasional.

Menurutnya, secara umum di Randusari punya potensi luar biasa mulai dari Gereja Katedral, Pasar Randusari yang diarsiteki Karsten, dan makam makam orang penting di antaranya Pandanaran, Nartosabdo, Saleh Darat, Kertoboso Bustam, Atmodirono, petilasan Pangeran Puger dan banyak lagi yang lain.

"Khusus uji coba pertama dalam event ini warga hanya membuat tour untuk 5 makam saja," ujarnya.

Ketua RW IV sekaligus panitia, Wisnu juga menambahkan dengan adanya penggalian data sejarah yang memadai pihaknya berharap wisata sejarah dan religi makam makam bergota bisa dikembangkan lebih jauh.

"Tidak hanya areal pemakaman, dalam event kali ini kami juga memperbarui lukisan dinding di kampung menjadi lebih kontekstual, selain itu untuk menarik minat terhadap Kali Semarang warga menggelar mancing bersama gratis, takjil dan hiburan dari beberapa band di Semarang," pungkasnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved