Breaking News:

Berita Semarang

Momentum Hardiknas, Hendi Ingin Pembelajaran Luring dan Daring Mulai Dikombinasikan

Hardiknas diperingati setiap 2 Mei, momentum ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menerima sebuah karya dari perwakilan peserta didik Kota Semarang tepat pada Hari Pendidikan Nasional, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei. Momentum peringatan Hardiknas kali ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 ini menjadi nilai plus dan minus bagi dunia pendidikan. Salah satu hikmah pandemi Covid-19 bagi dunia pendidikan yakni siswa dipaksa belajar secara online. Saat ini semua jenjang pendidikan sudah merasa familiar dengan pengajaran daring.

Hal yang menjadi fokus pada kondisi new normal yaitu bagaimana dunia pendidikan bisa mengombinasikan pembelajaran luring dan daring.

Pembelajaran tatap muka harus mulai diterapkan agar peserta didik yang masih dalam masa pertumbuhan memiliki jaringan teman dan pengembangan budaya diri

"Bayangkan kalau hanya di rumah saja, hanya dengan ayah dan ibu, mereka secara edukasi pengembangan diri dan attitude beda dengan generasi sebelumnya," papar Hendi, sapaannya.

Maka, saat ini uji coba pembelajaran tatap muka mulai dilakukan di Kota Semarang. Hendi ingin PTM dapat diterapkan secara serentak pada Juli mendatang.

Disamping memersiapkan PTM, Dinas Pendidikan Kota Semarang berupaya mendorong para guru untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dengan berbagai macam kegiatan antara lain workshop, bimbingan teknis, dan karya ilmiah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri berharap dengan berbagai kegiatan tersebut guru bisa menyesuaikan sistem pembelajaran di tengah kehidupuan normal baru.

"Dengan kondisi saat ini, mungkin kurikulum tentu akan ada regulasi baru. Nantinya, kami mengikuti saja," tambahnya.

Selanjutnya mengenai pemerataan pendidikan, Gunawan menilai, Kota Semarang sudah mengupayakan hal itu. Namun, ada beberapa kecamatan yang masih perlu penambahan sekolah.

"Misal, Genuk, Semarang Utara, Tembalang, Banyumanik. Kemarin dari masyarakat minta di Semarang Utara ditambah SMP. Ini perlu ada kajian dulu," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved