Breaking News:

Liputan Khusus

Ombudsman Jateng Sebut Belum Ada Aduan Terkait Limbah Covid

Kabid Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Jawa Tengah, Sabarudin Hulu mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada masyarakat yang mengadu

tribunjateng/dok
Kabid Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Jawa Tengah, Sabarudin Hulu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewanti-wanti agar kejadian penggunaan alat rapid test antigen bekas tidak terulang kembali. Ia menyebut, kasus yang terjadi di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara itu tak bisa ditoleransi.
"Berdasar kejadian tersebut, saya mengimbau supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Itu hal yang tak bisa kita toleransi," kata Muhadjir, Minggu (2/5).
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Muhadjir mengatakan, pemerintah akan memperketat manajemen pengawasan limbah medis dalam pelaksanaan rapid test antigen.
"Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan yang tidak baik," ujarnya.
Menurut Muhadjir, masalah limbah medis harus mendapat perhatian serius. Ia ingin agar setiap fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen membuang atau memusnahkan limbah medis sesuai prosedur yang ditetapkan. Dengan demikian, tidak ada lagi kasus daur ulang alat rapid test antigen.
"Jadi, masalah limbah medis memang harus mendapatkan perhatian serius. Harus dipastikan bahwa semua limbah medis betul-betul diamankan atau dibuang atau dihancurkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan," kata Muhadjir. "Tidak boleh ada limbah medis yang masih berkeliaran apalagi kemudian digunakan ulang," imbuh dia.
Jangan Main-main dengan Nyawa
Satgas Penanganan Covid-19 meminta Kepolisian mengusut tuntas para oknum yang terlibat dalam kasus pemalsuan hasil tes rapid antigen. Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi para petugas di lapangan, agar tidak bermain-main dengan nyawa manusia.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memperingatkan para penyedia layanan tes antigen Covid-19, agar tidak bermain-main dengan hasil tes. Para pihak penyedia layanan antigen diminta melakukan testing sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
"Apabila ada yang berani melakukan hal serupa, Satgas memastikan akan ada konsekuensi tindakan tegas dari aparat kepolisian bagi para pelakunya," tegasnya.
Dijelaskannya, temuan ini adalah hal yang sangat memprihatinkan karena para pelakunya secara sadar membahayakan nyawa manusia. Untuk itu Satgas berharap temuan ini menjadi yang terakhir sehingga tidak ada lagi oknum yang akan bermain-main dengan nyawa manusia.
Belum Ada Aduan
Kabid Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Jawa Tengah, Sabarudin Hulu mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada masyarakat yang mengadu atau melaporkan kepada Ombudsman Perwakilan Jateng terkait pengelolaan limbah penanganan Covis-19.
Dijelaskannya, bahwa untuk limbah covid-19, perlu pengawasan yang maksimal, tidak hanya diawasi oleh pemerintah tapi juga masyarakat berpartisipasi untuk mengawasi. Masyarakta hendaknya segera lapor kepada kepolisian dan Satgas covid-19 apabila melihat dan menemukan penyalahgunaan limbah covid.
Kepala daerah juga diharapkan memberikan perhatian dalam melakukan pengawasan penyalahgunaan limbah covid-19, dan memastikan informasi dari masyarakat diproses dan ditindaklanjuti.
Ia mengingatkan kalau ada pihak yang merugikan pihak, tentu bisa secara pidana karena diatur dalam UU Kesehatan UU 36/2009, UU perlindungan konsumen tahun 1999. Selain itu, juga sanksi secara administrasi. Jika perusahaan yang melanggar, akan terkena sanksi administrasi. (tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved