Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H Diimbau di Musala atau Masjid, Tidak di Tanah Lapang

Masyarakat diimbau melangsungkan salat di musala, masjid, rumah, atau lokasi lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sembilan hari jelang Idul Fitri 1442 H/2021, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal sudah menyiapkan aturan terkait pelaksanaan salat idul fitri mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Aturan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama RI no SE 04 tahun 2021 tentang perubahan surat edaran no SE 03 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021.

Selain mengacu pada SE Menag 04 tahun 2021, aturan pelaksanaan Salat Idul Fitri juga mengacu pada taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng tentang penyelenggaraan Salat Idul Fitri di masa pandemi nomor: 02/DP-P.Xlll/T/lV/2021.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno menjelaskan, terkait pelaksanaan salat idul fitri pada tahun 2021 ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu masih wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti mengenakan masker, sebelum masuk area musala atau masjid wajib cuci tangan dahulu, dan menjaga jarak antar jemaah. Jumlah yang akan salat pun dibatasi yaitu 50 persen dari kapasitas ruangan.

Namun pada tahun ini, ada yang sedikit berbeda karena masyarakat dianjurkan tidak melaksanakan Salat Idul Fitri di lapangan terbuka dengan jumlah jemaah besar dan heterogen.

Masyarakat diimbau melangsungkan salat di musala, masjid, rumah, atau lokasi lain dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah.

"Kami masih mengacu pada SE Menag no 04 tahun 2021 dan ada taushiyah dari MUI Jateng untuk pelaksanaan salat idul fitri 1 syawal 1442 H dapat dilaksanakan dengan cara berjemaah di masjid, musala, tapi tidak dianjurkan menyelenggarakan salat di lapangan terbuka dengan jumlah jemaah yang besar. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19 maka jumlah wajib dibatasi," jelas Sukarno, pada Tribunjateng.com, Senin (3/5/2021).

Sukarno menyebut, sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan surat edaran mengenai aturan Salat Idul Fitri tahun ini. Namun nantinya dari Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal akan mengimbau atau mensosialisasikan ke masyarakat.

Dari Satgas pun menyarankan pelaksanaan salat idul fitri di masjid atau musala saja, bukan di lapangan, tanah lapang, dan sejenisnya. Tentu tujuannya untuk mengurangi resiko kerumunan warga.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved