Breaking News:

Berita Kendal

Pemkab Kendal Dorong Percepatan Sertifikasi IMB Tempat Ibadah

Pemkab Kendal ndorong pengurus tempat ibadah di Kendal agar segera mengurus sertifikasi IMB gratis.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto memberikan sertifikat IMB kepada pengurus tempat ibadah secara gratis, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong pengurus tempat ibadah yang ada di Kendal agar segera mengurus sertifikasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara gratis. Percepatan IMB ini dimaksudkan untuk menata perijinan tempat-tempat ibadah agar tertib administrasi.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, dari total 5.000-an tempat ibadah di Kendal baru sebagian kecilnya yang sudah memiliki IMB. Ia khawatir tempat ibadah seperti musala dan masjid yang tidak ber-IMB suatu saat nanti dihadapkan permasalahan.

"Sebagian besar tempat ibadah di Kabupaten Kendal belum memiliki IMB. Pemerintah Kabupaten Kendal mencoba memberikan fasilitas gratis pemutihan IMB. Ini ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas tempat-tempat ibadah di Kabupaten Kendal," terangnya, Minggu (2/5/2021).

Bupati menjelaskan, selain mengamankan aset tempat ibadah, adanya IMB nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan bantuan. Seperti contoh bantuan rehabilitasi ataupun bantuan perlengkapan penunjang ibadah.

Selain itu, kata Dico, tempat beribadah merupakan tempat untuk melakukan revolusi mental dan pembentukan karakter masyarakat yang religius. Karena itulah Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong kepada seluruh pengelola rumah ibadah di Kendal, agar segera mengurus penertiban IMB demi tertibnya administrasi dan terhindar dari masalah di kemudian hari.

Sekda Kendal, Moh Toha menambahkan, saat ini sudah ada 1000 lebih tempat ibadah yang mendaftar pemutihan IMB gratis. 200 di antaranya sudah tercetak sartifikat IMB yang dibagikan pada pekan ini. 

Ia menarget, semua tempat ibadah di Kendal bisa memiliki IMB pada 2021 dengan mempermudah semua proses dalam mengurusnya. "Targetnya pada akhir tahun ini seluruh tempat ibadah yang berjumlah hampir 5.000 sudah memiliki IMB, gratis tanpa dipungut biaya," ujarnya. 

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono menjelaskan, keberadaan pemerintah memiliki kewajiban untuk membina tertib administrasi termasuk IMB tempat ibadah. Katanya, di Kendal ada 4.000-an musala dan 900-an masjid yang perlu ditertibkan administrasinya. Termasuk beberapa gereja yang tersebar di Kendal bagian atas dan bagian bawah.

"Baru 5-10 persennya saja yang sudah memiliki IMB dari masjid dan musala. Makanya didorong untuk mengajukan," tuturnya. 

Dengan percepatan ini, kata Sugiono, pengurus tempat ibadah bisa segera mengajukan persetujuan gambar tempat ibadah agar bisa ditindaklanjuti oleh petugas DPUPR. Pengurus juga harus melampirkan berkas-berkas pendukung seperti sartifikat tanah (bisa dalam bentuk wakaf), hingga fotokopi KTP minimal 60 jamaah  

Ia menarget agar minimal setiap desa dapat mengajukan satu IMB tempat ibadah sehingga bisa disusul tempat-tempat yang lain. "Ya kita harapkan awal miminal 1 desa 1 pengajuan IMB. Sehingga nantinya tempat ibadah muslim atau non muslim bisa memiliki jaminan IMB agar pelaksanaan ibadah semakin nyaman," tuturnya. 

Seorang tokoh agama Desa Sukolilan Kecamatan Patebon, Kiyai Idris mendukung penuh upaya pemerintah dalam mempercepat proses IMB secara gratis. Katanya, IMB sendiri sangat penting keberadaannya sebagai legalitas hukum agar bangunan tempat ibadah tidak terkendala masalah di kemudian hari. 

"Ini bagus sekali, gebrakan dari bupati, karena IMB ini penting untuk kepastian hukum kami dalam menjaga dan merawat tempat ibadah," ujarnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved