Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Bangkitkan Industri Ekonomi Kreatif dengan Konsep Hybrid

Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor penopang perekonomian, termasuk industri ekonomi kreatif.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari memberikan bimbingan teknis Program Penerapan CHSE di Hotel Grasia, Selasa (24/11/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun ini berdampak pada seluruh sektor penopang perekonomian, termasuk industri ekonomi kreatif (ekraf).

Perlahan, Pemerintah Kota Semarang mulai membuka kran untuk a

Para pelaku wisata sektor SPA mengikuti bimbingan teknis penerapan CHSE di Horison Nindya, Jumat (27/11/2020).
Para pelaku wisata sektor SPA mengikuti bimbingan teknis penerapan CHSE di Horison Nindya, Jumat (27/11/2020). (TRIBUN JATENG/EKA YULiANTI FAJLIN)

ktivitas sosial budaya yang tentu berpengaruh terhadap industri ekraf di Kota Lunpia ini. Pemkot berusaha membangkitkan industri ekraf dengan berbagai langkah. Saat ini, industri ekraf di Semarang mulai berkembang cukup baik.

"Kami berusaha membangkitkan supaya ada pergerakan ekonomi. Kebetulan ada beberapa ruang untuk mereka bereksperimaen dan bereksplorasi yaitu di creative hub," papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, Minggu (2/5/2021).

Iin, sapaannya menyebutkan, ada 17 subsektor ekraf di Kota Semarang, diantaranya kriya, fashion, fotografi, animasi, videografi, arsitektur, dan desain.

Meski ada kererbatasan menggelar kegiatan, pihaknya tetap dapat mendorong pelaku ekraf tetap berkrearifitas melalui konsep hybrid. Beberapa kali, Disbudpar telah menggelar kegiatan untuk membangkitkan ekraf. Semisal, saat sosialisasi CHSE (Cleanlines Healty Sustainability Enveronmantally), Disbudpar telah menggelar kegiatan untuk 17 subsektor ekraf. Pertunjukan seni secara daring juga beberapa kali dilakukan.

"Kami konsepnua hybrid, yang menonton sedikit tapi yang mengikuti online banyak. Kemarin, kaminjuga tapping teater, ada juga festival tari kreatif Semarang. Paling tidak, kami beri ruang dan kesempatan meski terbatas," jelas Iin.

Bertepatan pada momentum Hari Film Nasional beberapa waktu lalu, Disbudpar juga mengangkat film lokal yang ditayangkan di bioskop XXI Paragon Mall. Dari penayangan film itu, kata Iin, cukup banyak film yang tertarik berkerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang.

"Beberapa subsektor perfilman menghubungi kami. Akhirnya kami lakukan kurasi dan pemilihan. Kami akan tampilkan untuk memeriahkan HUT ke-474 Kota Semarang," tambahnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan, industri perfilman merupakan subsektor ekonomi kreatif yang saat ini juga menjadi salah satu fokus pembangunannya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved