Breaking News:

Berita Salatiga

Peringati Nuzulul Qur'an, Napi Rutan Kelas II B Kota Salatiga Ikuti Khataman Alquran 

Suasana berbeda terdengar dari pintu masuk Rutan Kelas II B Kota Salatiga, Minggu (2/5/2021) pagi.

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Para narapidana saat mengikuti khataman Alquran di Rutan Kelas II B Kota, Salatiga, Minggu (2/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Suasana berbeda terdengar dari pintu masuk Rutan Kelas II B Kota Salatiga, Minggu (2/5/2021) pagi. Terdengar sayup suara lantunan ayat-ayat Alquran

Memasuki ruang tengah terlihat narapidana yang biasanya berlalulalang, kali ini mereka berjajar rapi lengkap mengenakan busana muslim, laki-laki berpeci sementara perempuan berkerudung. 

Ya, hari itu mereka tengah mengikuti kegiatan khataman Alquran dalam rangka memperingati nuzulul Quran dimana wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. 

Kepala Rutan Kelas II B Kota Salatiga Andre Lesmano mengatakan program tadarus Alquran selama bulan suci Ramadan rutin digelar dengan melibatkan warga binaan. 

"Namun kali ini khataman dilakukan secara bersama-sama bertepatan peringatan nuzulul Quran. Kita tahu wahyu pertama turun di bulan Ramadan surah Al-Alaq atau perintah membaca Alquran," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rutan Kelas II B Kota Salatiga, Minggu (2/5/2021). 

Menurut Andre, pada momentum tersebut sekaligus juga untuk memerangi buta huruf Alquran atau hijaiyah dikalangan warga binaan. Kemudian, agar narapidana selama Ramadan dapat lebih menghayati makna terkandung didalam ayat-ayat Alquran

Ia menambahkan, selama Ramadan kegiatan tadarus dilakukan dua kali sehabis ibadah shalat dhuha dan tarawih. Program itu wajib diikuti seluruh warga binaan total keseluruhan 158 orang. 

"Alhamdulillah untuk tadarus sudah khatam membaca Alquran sebanyak dua kali. Ini sekaligus bentuk program kerohanian para narapidana agar senantiasa ingat untuk beribadah, sehingga selepas menjalani hukuman jauh lebih baik," katanya

Seorang narapidana Fernandi (25) mengaku sangat bergembira karena selama menjalani hukuman dari sebelumnya tidak bisa menulis atau membaca Alquran sekarang tidak lagi. 

Fernandi bercerita dirinya masuk penjara karena tersangkut kasus pencurian dan sebagai penadah. Atas perbuatannya itu dia dikenai hukuman lima tahun penjara. 

"Saya belum sampai khatam membaca Al-Quran tapi mencoba terus mengikuti program Ramadan ini dengan tadarus maupun tarawih karena memang masih proses belajar," ujarnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved