Breaking News:

Robot MAN 1 Semarang Juara AYRO Asia Tenggara di Singapura

Prestasi membanggakan ditorehkan siswa siswi MAN I Kota Semarang. Robot Covid Heroes Bot rakitan siswa MAN 1 Kota Semarang berhasil meraih medali emas

tribunjateng/ist
Robot buatan MAN I Kota Semarang, Robot Covid Heroes Bot berhasil meraih medali emas tingkat Asia Tenggara digelar di Singapura 2021 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Prestasi membanggakan ditorehkan siswa siswi MAN I Kota Semarang. Robot Covid Heroes Bot rakitan siswa MAN 1 Kota Semarang berhasil meraih medali emas pada kompetisi Robot Competition Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) Singapore 2021.
Pengumuman hasil kompetisi dilaksanakan secara online, Minggu (2/5) kemarin. Tim robot terdiri dari enam siswa yaitu Fentika Zahra, Galih Dwi, Komara Indra, Ela Fitriana, Faisal Nur, dan Ayub Fatwa Ibrahim dengan guru pembimbing Aris Fakhfuddin dan Minanur Rahman.
Guru pembimbing yang juga Wakil Kepala MAN 1 Semarang, Aris Fakhfuddin mengapresiasi siswanya atas prestasi yang diraih tingkat Asia Tenggara ini. Peserta total 80 dari 18 tim, yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura selaku tuan rumah. Robot rakitan pelajar MAN 1 Semarang kategori Kreativ MRT.
"Luar biasa, baru pertama kali ikut lomba dan begitu ikut lomba langsung di tingkat Asia Tenggara. Alhamdulillah meraih medali emas dan kami sangat bersyukur serta sangat mengapresisasi prestasi ini," kata Aris, Senin (3/5).
Menurut Aris, robot dirancang terkait dengan protokol Kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Kemendikbud terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa menimbulkan dampak positif dan negatif.
Dampak negatifnya adalah adanya potensi penularan Covid-19 di lingkungan madrasah. Oleh karenanya siswa MAN 1 Kota Semarang menciptakan robot yang dinamai "Covid Heroes Bot". Robot ini berfungsi untuk membantu madrasah dalam pelaksanaan PTM saat pandemi agar bisa berjalan dengan baik.
"Dengan adanya robot ini diharapkan pelaksanaan PTM saat pandemi ini bisa berjalan dengan baik, sehingga akan memudahkan madrasah dalam melaksanakan proses belajar mengajar," ungkap Aris.
Sistem Kerja
Koordinator tim robot, Fentika Zahra mengatakan, sistem kerja robot ini adalah setiap siswa yang masuk ke pintu gerbang MAN akan dilakukan pengecekan suhu secara otomatis.
Jika suhu tubuh di atas 37 derajat celcius, maka sensor akan menyala kemudian membukakan pintu jalur evakuasi dan robot mobil klinik akan menjemputnya. Kemudian mobil akan membawa menuju ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh satgas Covid-19.
"Jika siswa dengan suhu di bawah 37 derajat celcius maka akan secara otomatis pintu akan terbuka. Otomatis akan diberikan hand sanitizer dan masker," paparnya.
Jika siswa membawa barang bawaan seperti tas maka barang akan diperiksa secara otomotis terkait sterilisasi barang. Setelah itu siswa masuk kelas, jika dalam kelas tersebut overload dan jarak tidak aman maka sensor akan berbunyi dan ada peringatan.
Ia menyampaikan, persiapan untuk pembuatan robot ini yaitu selama dua minggu. Kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan kit dan masih pemula sehingga diperlukan evaluasi.
"Dan ini adalah pengalaman pertama lomba robot dan tingkat Asia Tenggara. Kami berharap ini bisa menjadi pengalaman dan bisa meraih juara sehingga memotivasi siswa lain untuk berprestasi," pungkasnya. (M Zainal Arifin)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved