Breaking News:

Tadarus

TADARUS: Sejarah Turunnya Alquran

Allah memuliakan umat Nabi Muhammad SAW dengan jalan menurunkan utuk mereka kitab suci Alquran yang merupakan Kitab Suci samawi terakhir

tribunjateng/ist
Prof Yusuf Suyono | Wakil PW Muhammadiyah Jateng 

Ditulis oleh Prof Yusuf Suyono | Wakil PW Muhammadiyah Jateng

TRIBUNJATENG.COM - Allah memuliakan umat Nabi Muhammad SAW dengan jalan menurunkan utuk mereka kitab suci Alquran yang merupakan Kitab Suci samawi terakhir agar menjadi pedoman hidup, antidote terhadap problematika, dan obat penawar dari segala “penyakit” mereka.

Dengan turunnya Kitab suci terakhir kepada Nabi dan Rasul terakhir serta untuk umat terakhir ini, maka selesailah rangkaian mata rantai risalah kenabian dari Allah kepada manusia. Konsekwensinya, kitab ini pasti mumpuni untuk menjadi pedoman hidup umat beliau sampai akhir kehidupan dunia ini.

Kitab ini sekaligus mejadi mu’jizat kerasulan beliau, sebagaimana rasul-rasul Allah sebelumnya juga dianugerahi mukjizat oleh-Nya. Yang membedakan mukjizat beliau dengan mukjizat rasul-rasul sebelumnya adalah bahwa yang disebut pertama bersifat rasional, sedangkan yang disebut belakangan adalah bersifat sensasional.

Hal itu bisa dilihat dari segi namanya. Mukjizat beliau bernama Alquran dari kata qara’a yaqra’u yang berarti bacaan. Bacaan sangat berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan intelek manusia, tidak berkaitan dengan hal-hal yang sensasional –yang bersifat mempesona indera manusia. Bandingkan dengan tongkat nabi Musa yang berubah menjadi ular; Meja makan penuh hidangan yang turun dari langit yang menjadi salah satu mukjizat nabi Isa as; dimasukkannya Nabi Ibrahim ke api yang menyala hebat tanpa terbakar sedikitpun badan dan bajunya. Alquran mukjizat Nabi Muhammad saw bersifat rasional-intelektual sangat berkaitan dengan ilmu.

Turunnya Alquran

Alquran memiliki dua fase turunnya. Pertama, dari Lauh Mahfudz ke langit dunia (Baitul ‘Izaah) lengkap sekaligus 30 juz 114 surat itu di malam Lailatul Qadar. Kedua, dari langit dunia ke bumi kepada baginda Rasulullah SAW secara bertahap dalam jangka waktu 23 tahun.

Fase pertama turunnya Alquran yang dari Lauh mahfudz ke Langit Dunia (Baitul ‘Izzah) ditunjukkan oleh firman-firman Allah antara lain sebagai berikut. 1) QS. Ad-Dukhan (44) : 1-3 “ Haa Miiem. Demi kitab (Al-Qur’an) yang jelas. Sesunggunya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan “, 2) QS. Al-Qadar (97) : 1 “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( al-Qur’an) pada malam qadar “, 3) QS. Al-Baqarah (2) : 185 “ Bulan Ramadlan (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an “.

Firman-firman Allah tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam satu malam yang disebut sebagai malam penuh berkah yang bernama Lailaturl Qadar salah satu dari malam-malam bulan Ramadlan. Hal itu menunjukkan fase pertama turunnya Al-Qur’an, yaitu yang seluruhnya dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah.

Adalah tidak masuk akal kalau hal itu dipahami sebagai fase kedua turunnya Alquran yang terjadi dalam satu malam dalam satu bulan-bulan Ramadan. Karena kenyataannya, Alquran turun kepada Nabi SAW dalam jangka waktu lama yakni selama kerasulan beliau 23 tahun, dan turun secara bertahap tidak hanya di bulan Ramadan saja tetapi di bulan-bulan yang lain juga.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved