Breaking News:

Berita Kebumen

Warga Kebumen Dilarang Gelar Hajatan Pasca Lebaran

Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, gelaran hajatan atau acara pernikahan cukup ramai di Bulan Syawal atau bakda lebaran

Istimewa
Bupati Kebumen saat rakor menghadapi lebaran 2021 di ruang rapat Setda Kebumen, Jumat (30/4/2021) lalu 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Pandemi covid-19 di Kabupaten Kebumen masih berlangsung hingga kini.

Larangan mudik telah ditetapkan pemerintah dalam rangka mencegah lonjakan kasus seperti di tahun sebelumnya. 

Bukan hanya mudik, di Kebumen, gelaran hajatan dalam sepekan pasca lebaran juga dilarang pemerintah. 

Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, gelaran hajatan atau acara pernikahan cukup ramai di Bulan Syawal atau bakda lebaran. 

"Larangan hajatan untuk rentang waktu satu minggu atau 7 hari lebaran termasuk kegiatan lain yang mengumpulkan banyak orang." ungkap Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Senin (3/5/2021) 

Selain hajatan, pihaknya akan membatasi mobilitas masyarakat ke objek wisata saat lebaran.

Selama ini, objek wisata menjadi pusat keramaian saat momentum libur panjang, khususnya lebaran. 

Obyek wisata khususnya yang dikelola Pemkab akan ditutup sejak awal lebaran hingga H+3 lebaran. 

Di sisi lain, berdasarkan laporan dinas terkait, kebutuhan pokok masyarakat menjelang lebaran aman dan mampu tercukupi.

Semisal Bahan Bakar Minyak (BBM),  LPG, beras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng hingga daging. Meskipun beberapa komoditas  mengalami fluktuatif harga sejak sepekan terakhir. 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengkonfirmasi, pasar-pasar tradisional di Kebumen sudah membenahi sarana prasarana protokol kesehatan semisal dengan penambahan tempat cuci tangan berikut sabun. 

Pedagang dan pengunjung juga diharuskan menggunakan masker serta berjaga jarak. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved