Breaking News:

Berita Semarang

Anggota DPRD Jateng Sriyanto Diperiksa Polisi Terkait Taman Gizi di Perumahan Bumi Wanamukti

Sriyanto menghadiri panggilan tersebut didampingi penasihat hukum Deo Hermansyah, sekaligus penasihat warga yang juga ikut dilaporkan.

"Terkait warga yang melakukan kerja bakti bukan serta merta untuk menghalangi. Toh tidak ada yang terhalangi, dan itu jalan buntu," imbuhnya.

Ia mengatakan tanah itu merupakan milik PT Araya yang merupakan pengembang dari perumahan Bumi Wanamukti. Namun pihaknya tidak tahu siapa pemilik tanah itu saat ini.

"Tanah itu beralih ke siapa saya tidak tahu. Tiba-tiba ada pengembang baru, dan pengembang tersebut berkomunikasi dengan warga memberi kompensasi memakai jalan yang sudah ada. Bukan kompensasi Rp 25 juta menjebol jalan," tuturnya.

Sementara itu penasihat hukum warga, Deo Hermansyah menuturkan  gugatan Perbuatan Melawan Hukum dilayangkan kepada Distaru Kota Semarang mengeluarkan KRK tanpa sepengetahuan warga. 

Pihaknya juga telah menemui Kepala Distaru Kota Semarang dan menyatakan belum pernah melihat langsung.

"Kelala Distaru itu hanya mendapat laporan dari anak buahnya. KRK yang dimunculkan itu katanya untuk kepentingan masyarakat. Kepentingan masyarakat yang mana lha pelapornya cuma satu orang," ujarnya.

Deo merasa aneh bahwa KRK perumahan yang dihuni pelapor telah memiliki jalan sendiri dan bisa dilewati dua mobil. 

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan terkait penugasan Satpol PP untuk melakukan pembongkaran.

"Terkait penugasan kepala Distaru tidak pernah menyuruh Satpol PPmelakukan pembongkaran," tuturnya.

Dia meminta kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk turun tangan meninjau langsung lokasi yang dipersengketakan. Pihaknya tidak ingin Walikota hanya menerima laporan dari bawahannya saja.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved