Breaking News:

Larangan Mudik

Curhatan Warso Pedagang Nanas di Kecamatan Belik Pemalang, Larangan Mudik Bikin Ia Kerutkan Dahi

Larangan dan segela hal mengenai pengetatan mudik, bikin Warso penjual nanas madu di Kecamatan Belik Pemalang, mengerutkan dahi.

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Lapak milik Warso di pinggir Jalan Kabupaten Pemalang 

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Larangan dan segela hal mengenai pengetatan mudik, bikin Warso penjual nanas madu di Kecamatan Belik Pemalang, mengerutkan dahi.

Harapan ramaninya pengguna jalan yang akan mampir ke lapaknya pun sirna, usai mendengar mudik dilarang. 

Pasalnya, hal itu akan berpengaruh pada penghasilannya, yang hanya menjajakan nanas di pinggir jalan. 

Warso pun menggerutu, Lebaran tahun lalu lapakanya sepi, karena mudik dilarang.

Baca juga: Polres Karanganyar Tingkatkan Operasi Pekat Jelang Lebaran

Baca juga: Anggota DRPD Jateng Sriyanto Diperiksa Polisi Terkait Taman Gizi di Perumahan Bumi Wanamukti

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 2 SD Halaman 79 82 84 85 86 Subtema 2

Baca juga: Mengenal Desa Kartun Sidareja, Tempat Bibit-Bibit Seniman Muda Purbalingga

"Lebaran kali ini diberlakukan kembali, nasib lapak saya akan sepi pengunjung lagi," ucapnya, melalui sambungan telpon, Senin (3/5/2021).

Jika dihitung, hampir dua kali saat momentum Lebaran ia tak mendapatkan untung, karena larangan mudik

"Kalau ditambah Lebaran tahun ini ya berarti dua kali. Padahal Lebaran 2019 lalu, pendapatan saya lumayan," paparnya. 

Ia menuturkan, pada momentum jelang Lebaran 2019, ia bisa menjual 600 nanas setiap hari. 

"Justru yang ditunggu-tunggu penjual nanas di sini saat ada mudik. Kalau dilarang lagi ya kami pasrah," katanya. 

Warso merupakan satu di antara sekian banyak penjual nanas di pinggir Jalan Kabupaten Pemalang menuju Purbalingga.

Baca juga: Pemkab Blora Matangkan Rencana Wings Air Buka Rute di Bandara Ngloram

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Kabupaten Pati, Ramadan Hari ke-22, Selasa 4 Mei 2021

Baca juga: Di Jateng, Salat Ied Boleh Digelar di Daerah Zona Hijau dan Kuning Penyebaran Covid-19

Meski pada 2019 ia sempat untung besar, bak mendapat durian runtuh, namun di tengah pandemi Covid-19, pendapatan Warso turun jauh. 

"Kalau sekarang pendapatan kotor bisa Rp 200 ribu, kalau bersih ya kurang lebih Rp 50 ribu. Karena nanas yang saya jual juga beli, saya tidak punya kebun sendiri," jelasnya 

Menurutnya nasib yang ia alami juga dirasa beberapa pedagang nanas lainya di Kecamatan Belik. 

"Kalau tidak laku ya saya makan sendiri, adanya pandemi benar-benar merubah nasib dan pendapatan kami. Apa lagi Larangan mudik," tambahnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved