Breaking News:

Guru Agama Terima Bantuan Keuangan Pemkab Pati

Sebanyak 13.570 pendidik keagamaan mendapat tali asih atau bantuan keuangan dari Pemkab Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan bantuan keuangan kepada perwakilan guru keagaamaan, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sebanyak 13.570 pendidik keagamaan mendapat tali asih atau bantuan keuangan dari Pemkab Pati.

Mereka terdiri atas guru Taman Pendidikan al-Qur'an (TPQ), guru Madrasah Diniyah (Madin), guru sekolah minggu (Kristen, Katholik, Buddha), dan pengelola pondok pesantren.

Total anggaran yang disediakan Pemkab Pati untuk realisasi bantuan ini ialah Rp 12,433 miliar.

Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin dan Sekda Suharyono menyerahkan bantuan keuangan tersebut secara simbolis kepada perwakilan penerima di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (4/5/2021).

Nominal bantuan untuk tiap guru TPQ, Madin, dan Sekolah Minggu ialah Rp 900 ribu.

Adapun untuk tiap pengelola pondok pesantren ialah Rp 2 juta.

Jumlah guru TPQ penerima bantuan ialah 9.280 orang, guru Madin 2.800 orang, guru Sekolah Minggu Kristen 1.050 orang, guru Sekolah Minggu Katolik 120 orang, dan guru Sekolah Minggu Buddha ialah 120 orang.

Sementara, jumlah pengelola pondok pesantren penerima bantuan ialah 200 orang.

"Ini program yang tidak kena refocusing. Alhamdulillah sekalipun hanya bisa menerima nominal sama dengan tahun lalu, paling tidak menjelang lebaran ini ada sedikit tali asih dari pemerintah, sebagai bentuk empati dan kepedulian," ujar Haryanto.

Dia mengatakan, sebetulnya pihaknya berharap nominal anggaran untuk program ini tiap tahun ditingkatkan. Namun, postur anggaran saat ini tidak memungkinkan untuk itu.

Bagaimanapun, menurut Haryanto, nominal Rp 12 miliar cukup banyak. Jika dialokasikan untuk program fisik, anggaran sebesar itu bisa digunakan untuk pembetonan jalan sepanjang 12 kilometer.

"Tapi kita tidak hanya membangun fisik, melainkan juga spiritual, pendidikan, lewat panjenengan semua ini, para guru keagamaan," kata Haryanto.

Dia menambahkan, meski jumlah yang diterima tiap-tiap guru tidak seberapa, pihaknya yakin para penerima bantuan adalah orang-orang yang memiliki niat tulus ikhlas dalam mendidik generasi penerus.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved