Breaking News:

Liga 1

Kehilangan 3 bek, PSIS Pastikan tak akan Teburu-buru Cari Pengganti

Tiga dari sekian bek tengah PSIS Semarang membuat pernyataan mengejutkan dengan menyatakan pamit.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga dari sekian bek tengah PSIS Semarang membuat pernyataan mengejutkan dengan menyatakan pamit dari tim Mahesa Jenar pekan lalu.

Dimulai dari keluarnya bek tangguh dan dikenal mampu bermain lebih dari satu posisi, Abdul Abanda Rahman, publik sepakbola Semarang kembali dikejutkan dengan hengkangnya bek tangguh PSIS lainnya Safrudin Tahar, serta Soni Setiawan. Pada hari yang sama kala itu, kiper ketiga Muhammad Fadli juga menyatakan mundur dari tim.

Khusus posisi bek yang ditinggal tiga pemain sekaligus, manajemen PSIS mengaku tak risau dan tak mempermasalahkan hengkangnya para pemain tersebut.

Safrudin Tahar disebut ingin mencari pengalaman baru setelah 7 musim lamanya membela PSIS. Sementara Abanda dan Soni disebut tak masuk dalam skema pelatih pada musim kompetisi 2021 nantinya sehingga diputus kontrak.

General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan dengan kehilangan beberapa pemain. Pihak manajemen juga enggan terburu-buru menjari sosok pengganti. Sebab, di posisi tersebut masih ada banyak stopper potensial dan relatif berusia lebih muda. Antara lain Muhammad Rio Saputro, Wahyu Prasetyo, Alfeandra Dewangga Santosa, dan juga kapten tim Wallace Costa Alves.

"Yang kemarin keluar itu di posisinya masih banyak. Jadi kita belum cari penggantinya. Ada Rio, Wahyu, Dewangga, kan banyak sekali," kata Liluk kepada Tribun Jateng di Semarang, Minggu (2/5) sore kemarin.

Khususnya untuk Rio, Wahyu, dan Dewa, Liluk mengatakan jajaran manajemen juga puas akan performa mereka ketika dicoba di ajang pramusim Piala Menpora 2021. Pada ajang tersebut PSIS memberi menit bermain cukup banyak kepada ketiganya. Bahkan, Dewa yang baru berusia 19 tahun selalu dipercaya tampil sebagai starter.

"Penampilan di Piala Menpora juga mereka bermain menjanjikan. Memang kita realistis lah. Dengan kondisi pemain terlalu banyak juga saya kira tidak bagus," kata pria berusia 46 tahun tersebut.

"Tidak ada persaingan di internal jika terlalu banyak pemain di satu posisi. Dan melihat hasil turnamen kemarin, saya optimis dengan komposisi itu. Walaupun mungkin dengan akan ada pembenahan satu atau dua pemain," katanya.

Jika tak ada kendala, PSIS akan segera menggelar persiapan menyongsong Liga 1 2021 mulai akhir Mei mendatang atau setelah perayaan idul fitri tahun ini.

"Jujur mungkin akan mulai latihan habis lebaran. Karena kita juga melihat kondisi jadwal itu belum pasti. Dan memang kalau melihat waktu sekarang belum efektif, karena latihan di bulan puasa. Kami berikan waktu dulu ke pemain untuk beribadah puasa dengan tenang," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved