Breaking News:

Berita Kendal

Pelanggaran Prokes hingga Bencana Bisa Diadukan ke 112, Pemkab Kendal Fasilitasi Bebas Pulsa

Pemkab Kendal gagas layanan kedaruratan 112 yang bisa hubungkan masyarakat terkecil kepada pemangku.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto melaunching layanan pengaduan darurat kebencanaan 112, Senin (3/5/2021) di kantor kerja bupati. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal menggagas layanan kedaruratan 112 yang bisa menghubungkan masyarakat terkecil kepada pemangku kepentingan. Selain layanan ini bebas pulsa, masyarakat bisa mengadukan kebencanaan langsung melalui layanan panggilan.

Operator layanan darurat 112 Kendal memantau pengaduan melaui command center, Senin (3/5/2021).
Operator layanan darurat 112 Kendal memantau pengaduan melaui command center, Senin (3/5/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

Khusus dalam suasana pandemi Covid-19, masyarakat Kendal siapapun berhak mengadukan adanya temuan pelanggaran protokol kesehatan agar segera dilakukan penindakan. Misal, terjadi kerumunan di suatu tempat tanpa jaga jarak, kepadatan pusat perbelanjaan, hingga pelangaran-pelanggaran lain yang dimungkinkan memicu lonjakan kasus Corona.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, program Layanan Tunggal Panggilan Darurat 112 kini sudah bisa dipertanggungjawabkan. Layanan tersebut bisa digunakan masyarakat untuk mengadukan kebencanaan alam seperti kebakaran, banjir, darurat medis, hingga kebencanaan lainnya. 

Kata Dico, layanan darurat ini akan aktif 24 jam yang terhubung langsung dengan command center yang berpusat di kantor kerja bupati. Ia berharap, layanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat Kendal sebagai jembatan pelaporan kepada pemangku kepentingan dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran TNI Polri. 

"112 ini bebas pulsa atau gratis bisa diakses semua operator telepon. Tujuannya untuk melayanani warga dalam situasi gawat darurat, tentunya dengan respon cepat," ujarnya, Senin (3/5/2021).

Dico menegaskan, layanan 112 merupakan bagian dari program kerja 100 hari bupati dan wakil bupati. Ia ingin membawa Kendal menuju daerah smart city dengan memberikan peningkatan layanan publik cepat tanggap. 

Ia berharap kerjasama semua lapisan masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan itu dengan maksimal. "Kami harap layanan ini bisa digunakan sebagaimana mestinya. Termasuk laporan adanya kerumunan warga juga bisa disampaikan agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19," terangnya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kendal, Wiwit Andariyono menambahkan, pusat pengaduan bakal dijaga selama 24 jam setiap harinya. 

Mekanismenya, masyarakat bisa menggunakan layanan bebas pulsa 112 untuk mengadukan bencana kegawatdaruratan. Aduan tersebut bakal diterima petugas 112 untuk diteruskan kepada pihak OPD yang menaungi saat itu juga.

Wiwit menegaskan, sesuai SOP yang ada, setiap aduan kebencanaan bakal ditindaklanjuti dengan respond time 10-15 menit. Masyarakat berhak menanyakan kembali aduan yang dirasa tak kunjung ditangani oleh petugas yang bersangkutan. Seperti contoh bencana kebakaran, banjir, maupun kebencanaan lainnya. 

"Kalau berkaitan dengan pemadam kebakaran, biasanya lebih cepat dari 15 menit. Nanti setiap aduan akan termonitor di kantor pelayanan, ada feedback juga kepada masyarakat. Kalau misal layanan tidak sampai dengan batas waktu sesuai SOP, masyarakat berhak menanyakan kembali lewat pelayanan yang sama," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved