Breaking News:

Berita Pemalang

Warga Pemalang Kritisi Larangan dan Dispensasi Mudik, Nurhayati, Kebijakan Kok Plin-plan 

Masyarakat Kabupaten Pemalang kritisi aturan Pemerintah mengenai Larangan mudik. Larangan tersebut dianggap plin-plan.

Istimewa
Sejumlah pengendara dari luar daerah melintas di Jalur Pantura 

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Masyarakat Kabupaten Pemalang kritisi aturan Pemerintah mengenai Larangan mudik.

Larangan tersebut dianggap plin-plan, lantaran adanya permintaan dispensasi untuk para santri.

Dispensasi bagi santri untuk bisa mudik, sempat disampaikan oleh Wapres Maruf Amin beberapa waktu.

Menyoal hal itu, beberapa warga Pemalang melontarkan argumennya mengenai kebijakan tersebut.

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Selama Ramadan 1442 H, Selasa 4 Mei 2021 Ada di Tiga Lokasi

Baca juga: Hartopo ‎Beri Peringatan Ramayana Kudus Karena Membiarkan Kerumunan saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Mahfud MD Klarifikasi soal Korupsi Dimaklumi Asal Ada Kemajuan: Pak AS Hikam Percaya?

"Aturan ya aturan jangan ada dispensasi, kalau tidak boleh satu, tidak boleh semua jangan di kotak-kontakan," kata Nurhayati warga Kecamatan Pemalang, Senin (3/5/2021). 

Dilanjutkannya, dari awal larangan mudik dicetuskan sudah menimbulkan polemik di masyarakat.

"Katanya larangan diberlakukan tanggal 6 Mei, lalu diajukan jadi 22 April. Dari situ saja sudah tidak pakem," jelasnya.

Menurutnya, aturan mengenai diperbolehkan menempuh perjalanan ke luar provinsi saat diterapkan pelarangan, dengan mengantongi surat tugas juga menimbulkan kecemburuan di masyarakat.

"Apa yang boleh mudik atau melakaukan perjalanan hanya pejabat yang mengantongi surat tugas. Masyarakat juga tidak tahu surat tugas itu dibuat sendiri atau tidak," katanya. 

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved