Berita Regional

3 Mantan Petinggi FPI di Makassar Ditangkap Densus 88, Diduga Terkait Kasus Munarman

Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Eks markas Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar, digeledah Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, di Jl Sungai Limboto 5, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Selasa (4/5/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan ketiganya diduga terkait kasus yang menjerat eks Sekretaris Umum DPP FPI Munarman yang kini ditangani Densus 88.

Mereka yang ditangkap masing-masing berinisial AR, MU, dan AS.

Baca juga: Farizal dan Reza Bocah Demak Ditemukan Meninggal Dunia, Ditidurkan Satu Ranjang

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Bus Haryanto Kecelakaan Terguling di Tol Pejagan - Pemalang

Baca juga: Setelah 1 Orang Mengeluh Sakit, 54 Ibu-Ibu Pengajian Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Foto Nani Pengirim Sate Beracun 7 Tahun Lalu Bikin Salah Fokus, Netizen: Emang Hobinya

Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan membenarkan penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

"Ada tiga (eks) petinggi FPI yang ditangkap di Makassar," kata Zulpan, Selasa (4/5/2021) dilansir dari kompas.tv.

Zulpan menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga mantan petinggi FPI tersebut diduga ada keterlibatan dengan kasus yang menjerat Munarman.

Saat ini, semuanya masih menjalani proses pemeriksaan.

"Mereka punya jabatan strategis (di FPI), infonya ada panglima dan bahkan ketua. Terkait pengembangan kasus Munarman," kata Zulpan.

Walaupun demikian, Zulpan belum dapat merinci lebih jauh ihwal keterlibatan ketiga mantan petinggi FPI yang ditangkap tersebut.

Selain mengamankan ketiga orang tersebut, Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di bekas markas FPI yang berada di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar pada Selasa (4/5/2021).

Dilansir dari tribuntimur.com, bekas sekretariat FPI Kota Makassar yang digeledah Tim Densus 88, telah dialihfungsikan menjadi posko relawan atau bantuan bencana alam.

Pengalihfungsian markas tersebut seiring dengan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, 30 Desember 2020 lalu.

Terlihat dari spanduk yang ditempel di tenda depan sekretariat. Bertuliskan, "Solidaritas Masyarakat Makassar Peduli Bencana".

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved