Berita Pemalang

Aksi Komunitas 25 Ewu Pemalang Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan

Aksi komunitas 25 Ewu yang dalam bahasa Jawa Selawe Ewu, atau Rp 25 ribu di Pemalang patut diacungi jempol. 

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Bazar pakaian layak pakai gratis, yang digelar Komunitas 25 Ewu di beberapa desa di Kabupaten Pemalang, beberapa waktu lalu.  

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Aksi komunitas 25 Ewu yang dalam bahasa Jawa Selawe Ewu, atau Rp 25 ribu di Pemalang patut diacungi jempol. 

Lewat visi misi membumikan sedekah ke seluruh desa yang ada Pemalang, komunitas tersebut terus menebar kebaikan. 

Visi misi tersebut diimplementasikan lewat penyaluran bantuan ke masyarakat kurang mampu, yang ada di Pemalang

Tercatat selama Ramadhan 2021, berbagai kegiatan telah digelar, seperti bagi-bagi pakaian layak pakai, yang akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sembako dan santunan ke warga kurang mampu. 

Bahkan dalam pelaksanaan bazar pakaian layak pakai yang digelar dua kali selama Ramadhan, Komunitas 25 Ewu berhasil menyumbangkan sekitar 2.300 baju ke masyarakat di Desa Banjarmulya, Kecamatan Pemalang, serta Desa Penggarit Kecamatan Taman. 

Tak hanya itu, Komunitas 25 Ewu yang berdiri dua tahun silam itu, akan membagikan beras sekitar 1 ton ke 34 desa di Pemalang

Kedepan, Komunitas yang berisi 180 orang donatur tersebut juga akan menyasar anak yatim dalam misi kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19. 

Satu di antara penggagas Komunitas 25 Ewu, Aris Syaiful Bahri, menuturkan, nama 25 Ewu diambil dari harga beras yang hendak disedekahkan. 

"Awalnya ada beras di rumah yang akan kami sedekahkan, iseng-iseng beras itu saya bagi empat kantong sama beratnya.

Setelah saya timbang, beratnya 2,5 kilogram. Kalau di uangkan asumsi per kilogram Rp 10 ribu maka ketemu Rp 25 ribu, atau dalam bahasa Jawa selawe ewu, dari situ nama komunitas ini diambil," paparnya, Rabu (5/5/2021).

Dilanjutkannya, awal ingin mendonasikan beras, Aris bingung mau disalurkan ke mana, lantaran beberapa tempat yang disasar sudah memiliki banyak donatur. 

"Tiba-tiba saja saya muncul ide untuk diberikan ke ibu-ibu janda, serta duafa berusia 60 tahun ke atas. Kemudian saya ajak beberapa teman hingga kini terus dijalankan," katanya. 

Diterangkannya, filosofi uang selawe ewu memang relatif kecil, namun dalam berbuat baik tidak harus melihat besaran nominal. 

"Sedikit tidak masalah yang penting istiqomah, selama ini ada mainset bahwa sedekah harus dengan nominal besar, padahal tidak. Bahkan sedekah seolah-olah domainnya orang kaya, padahal sedekah itu tidak memandang kaya atau tidak," paparnya. 

Aris menceritakan, meski awalnya hanya beberapa rekan yang tergabung dan bersedekah di Komunitas 25 Ewu, namun lama-kelamaan banyak donatur bertdatangan. 

"Pelan-pelan donatur kami bertambah, dari mulut ke mulut, baik rekan sekolah, dan berbagai kalangan bergabung dan ingin membantu. Sampai saat ini donatur di Komunitas 25 Ewu sekitar 180 orang dari berbagai profesi, mulai pedagang, ASN, tenaga medis, guru, dokter, hingga TNI Polri," ucapnya. 

Ditambahkannya, Komunitas 25 Ewu merupakan komunitas independen dan tidak berafiliasi dengan Parpol atau Ormas tertentu. 

"Visi misi kami untuk membumikan sedekah di seluruh desa di Kabupaten Pemalang dan sekitrarnya, terus kami junjung.

Kami juga mencoba mengajak pemangku kebijakan untuk mengembangkan sedekah di lingkungannya masing2 sebagai gerakan ekonomi sosial," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved