Breaking News:

Berita Jateng

Data Daerah Zona Merah di Jateng Beda Antara Provinsi dan Pusat, Ganjar Sebut Hanya Brebes

Data di Satgas Covid-19 pusat, dua daerah yang masuk zona merah itu yakni Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga

Istimewa
Gubernur Ganjar bersama Wakapolda Jateng, Brigjen Abiyoso Seno Aji saat mengecek personel pada apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman Mapolda Jateng 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut zona merah kasus penyebaran Covid-19 di tingkat kabupaten dan kota di provinsi ini yakni hanya Kabupaten Brebes.

Data pemetaan zona merah tersebut berbeda dengan yang ada di Satgas Covid-19 di pusat yang menyebutkan ada dua daerah di Jateng yang masuk dalam zona gawat atau merah tersebut.

Dua daerah itu yakni Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

"Catatan kami, kemarin terakhir Kabupaten Brebes (masuk zona merah). Satgas pusat selalu berbeda," kata Ganjar, Rabu (5/5/2021).

Sejumlah daerah di Jawa Tengah, berdasarkan data di Satgas Penanganan Covid-19 di pusat, masuk kategori zona merah atau wilayah dengan resiko tinggi penularan virus corona.

Padahal, dalam beberapa pekan terakhir, tidak ada daerah dengan zona merah di Jateng.

Data di Satgas Covid-19 pusat, dua daerah yang masuk zona merah itu yakni Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Ganjar menuturkan perbedaan data juga sempat terjadi saat Satgas Covid-19 pusat menyebut ada peningkatan kasus tinggi dengan kematian tinggi juga beberapa waktu lalu.

Namun, setelah dicek ternyata ada data delay yang dimasukan Satgas Covid pemerintah pusat.

Sementara, berdasarkan data di corona.jatengprov.go.id, kasus aktif di Jateng yang tertinggi yakni ada di Cilacap dengan 429 orang.

Kemudian disusul Sragen dengan 409 orang, Banyumas 340 orang, Karanganyar 330 orang.

Terlepas dari itu, ia meminta masyarakat untuk tidak kendor dan semakin ketat menjaga protokol kesehatan.

Ganjar pun mendapatkan laporan seorang bupati yang mengijinkan event olahraga. Ia pun meminta untuk menarik ijin tersebut.

"Sekarang tidak ada yang dikecualikan. Semua harus makin ketat," tegasnya. (mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved