Breaking News:

Berita Solo

Eks Napiter Punya Peran Edukasi Terkait  Bahaya Terorisme 

Direktur Intelejen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jateng Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy sebut mantan narapidana terorisme (napiter)

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan 
Dirintelkam Polda Jateng, Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy ketika ditemui awak media di Solo, Selasa (3/5/2021) malam.   

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Direktur Intelejen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jateng Kombes Pol Djati Wiyoto Abadhy sebut mantan narapidana terorisme (napiter) punya peran berikan pemahaman terkait bahaya terorisme yang kepada masyarakat. 

Menurut Djati, hal itu lantaran eks napiter mempunyai pengalaman secara langsung. Maka, ikut memberikan pemahaman yang dianggap salah. 

"Agar ini bisa menjadi pembelajaran kepada seluruh generasi," ungkapnya di Solo, Senin (3/5/2021) malam. 

Dia mengungkapkan, setelah kembali ke tengah masyarakat, kepolisian punya peran mendampingi mereka sampai mendapatkan pekerjaan. 

"Kita memberikan sosialisasi di lingkungan RT atau RW mereka tinggal, sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Lalu, setelah itu baru kita carikan pekerjaan bagi mereka," jelasnya. 

Menurut Djati, sehingga mereka tidak menganggur terlalu lama dan tidak kembali ke faham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat. 

"Data kita ada 200 napiter yang tergabung di dua paguyuban, Lersadani di Kota Semarang dan Gema Salam di Kota Solo. Jadi paling banyak seluruh Indonesia itu ada di Jawa Tengah," ungkapnya. 

Dia menjelaskan, pendampingan membuka warung bagi para eks napiter yakni berupa bantuan dorongan usaha. 

"Di Semarang kita berikan stimulan. Mas Jack Soto, bisa dicontoh oleh yang lain. Latar belakang ekonomi, itu yang menyebabkan mereka masuk ke paham-paham yang dianggap salah," jelasnya. (Kan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved