Breaking News:

Berita Jateng

Jogo Tonggo Bisa Dimaksimalkan untuk Menangkal Paham Radikalisme di Masyarakat Jateng

Program Jogo Tonggo yang ada di Jawa Tengah bisa dimaksimalkan tidak hanya sebatas pencegahan penyebaran Covid-19, tetapi juga menangkal paham radikal

Tribun Jateng/ Mamdukh Adi
(dari kiri)  Sekretaris Komisi A (Bagian Pemerintahan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng, Irna Setyowati;  Direktur Binmas Polda Jateng, Kombes Pol Lafri Prasetyono;  Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jateng, Prof Syamsul Maarif; dan napi teroris Badawi Rahman 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Program Jogo Tonggo yang ada di Jawa Tengah bisa dimaksimalkan tidak hanya sebatas pencegahan penyebaran Covid-19, tetapi juga menangkal paham radikalisme di tengah masyarakat.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi A (Bagian Pemerintahan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jateng, Irna Setyowati saat menjadi narasumber pada acara Talk Show Ramadhan Taubat Teroris di halaman Taman Budaya Raden Saleh, Kota Semarang, Selasa (4/5/2021).

"Satgas Jogo Tonggo yang ada di lingkup kecil di masyarakat yakni RW, bisa memberikan pemahaman terkait radikalisme dan mengawasi warganya. Awalnya Jogo Tonggo dibentuk untuk mendorong sikap kepedulian masyarakat di tengah pandemi," kata Irna.

Jogo Tonggo juga bisa sekaligus memantau keamanan di wilayahnya masing-masing. Mereka diharapkan mampu mendeteksi adanya aktivitas yang mencurigakan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan gerakan radikalisme ini di masa modern atau globalisasi ini bisa menyusup ke akal dan pikiran warga melalui jalan digital.

"Era globalisasi ini, semua bisa mudah mengakses apapun. Dan mungkin banyak sekali paham lain yang menyusup lewat media sosial dan di dunia maya. Karena itu sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa," ujarnya.

Oleh karena itu, DPRD Jateng bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng rutin mengadakan kegiatan untuk melakukan edukasi, sosialisasi, dan memberikan materi wawasan kebangsaan kepada organisasi kepemudaan yang ada di Jateng.

Sementara, Ketua Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jateng, Prof Syamsul Maarif menegaskan ada pergeseran metode untuk menyebarkan ideologi yang menyesatkan sehingga seseorang yang terpapar melakukan kegiatan radikal hingga terorisme.

Pergeseran metode yang dimaksud yakni konvensional dan modern menggunakan teknologi digital seperti sekarang ini.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved