Breaking News:

Pemudik Tujuan Kendal Jangan Harap Lolos Lewat Jalur Tikus

Sebanyak 600 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kendal disiagakan untuk memantau dan mengawasi pemudik.

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Sejumlah personel disiagakan dalam gelar apel pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 untuk memantau dan mengawasi pemudik, Rabu (5/5/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 600 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kendal disiagakan untuk memantau dan mengawasi pemudik masuk di wilayah Kendal sepanjang 6-17 Mei. 

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, sejumlah personel gabungan bertugas menjaga 9 pos pengamanan yang telah di tentukan. Mulai dari rest area jalan tol, exit tol, pos PAM perbatasan antar daerah dan juga pos Kota Kendal.

Khusus pada jalan-jalan tikus yang menghubungkan Kendal dengan kabupaten atau kota sekitar, AKBP Raphael memastikan akan ada patroli berkala oleh petugas. Tujuannya, mengawasi para pemudik yang nekat mudik dengan memanfaatkan jalan tikus untuk menghindari penyekatan. 

"Kita akan kordinasikan dengan pihak terkait meliputi Satpol PP, Dishub dan Pemerintah Desa untuk melaksanakan patroli. Khususnya di perbatasan dengan Temanggung, Kabupaten Semarang, Kota Semarang dan Kabupaten Batang," terangnya dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021, Rabu (5/5/2021).

Katanya, beberapa jalur alternatif perbatasan sudah terdata untuk dilakukan antisipasi pemudik yang melintas. Pihaknya juga tetap melakukan pemantauan dan pengawasan di 9 pos PAM yang telah ditentukan. 

"Saat ini dari penyekatan yang sudah dilakukan belum ada pemudik yang diminta putar balik, namun sudah didata. Penyekatan di Kendal ini untuk mengimbangi penyekatan 14 titik di Jawa Tengah," ujarnya. 

Sementara Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan, dibutuhkan kesadaran bersama agar bisa memerangi Covid-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Katanya, Pemkab Kendal sudah berusaha penuh memberikan arahan dan imbauan agar para perantau tidak pulang ke kampung halaman saat ini. Serta meningkatkan pelayanan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan dan desa. 

"Selain itu, PPKM Mikro di desa harus ditingkatkan kembali, juga sudah diimbau kepada warga yang mempunyai kerabat di luar daerah agar tidak mudik terlebih dahulu," tuturnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved