Breaking News:

Puisi

Puisi Telepon Genggam Joko Pinurbo

Puisi Telepon Genggam Joko Pinurbo: Di pesta pernikahan temannya ia berkenalan dengan perempuan yang kebetulan menghampirinya. Mata mengincar mata, me

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
TWITTER/KOMPASMUDA_JGJ
Joko Pinurbo 

Puisi Telepon Genggam Joko Pinurbo

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Telepon Genggam Joko Pinurbo:

Telepon Genggam

Di pesta pernikahan temannya ia berkenalan dengan
perempuan yang kebetulan menghampirinya. Mata
mengincar mata, merangkum ruang. Rasanya kita
pernah bertemu. Di mana ya? Kapan ya? Mata: kristal waktu
yang tembus pandang.

Di tengah hingar mereka berjabat tangan, berdebar-debar,
bertukar nama dan nomor, menyimpannya ke telepon
genggam, lalu saling janji: Nanti kontak saya ya.
Sungguh lho. Awas kalau tidak.

Pulang dari pesta, ia mulai memperlihatkan tanda-tanda
sakit jiwa. Jas yang seharusnya dilepas malah dirapikan.
Celana yang seharusnya dicopot malah dikencangkan.
Ingin ke kamar tidur, tahu-tahu sudah di kamar mandi.
Mau bilang jauh di mata, eh keliru dekat di hati.

Masih terngiang denting gelas, lenting piano
dan lengking lagu di pesta itu. Semuanya tinggal
gemerincing rindu yang perlahan tapi pasti meleburkan
diri ke dalam telepon genggamnya, menjadi sistem sepi
yang tak akan pernah habis diurainya.

Ia mondar-mandir saja di dalam rumah, bolak-balik
antara toilet dan ruang tamu, menunggu kabar dari
seberang, sambil tetap digenggamnya benda mungil
yang sangat disayang: surga kecil yang tak ingin
ditinggalkan.

Dipencetnya terus sebuah nomor dan yang muncul
hanya tulalit yang membuat sakitnya makin berdenyit.
Sesekali tersambung juga, namun setiap ia bilang halo
jawabnya selalu Halo halo Bandung. Ia pukulkan
telepon genggamnya ke kepala, tapi lalu diciumnya.

Kabar dari seberang tak kunjung datang, ia pergi saja
ke ranjang: tidur barangkali akan membuatnya
sedikit tenang. Ia terbaring terlentang, masih dengan
kaos kaki dan jas yang dipakainya ke pesta, dan telepon
genggam tak pernah lepas dari cengkeram. Telepon
genggam: surga kecil yang tak ingin ditinggalkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved