Breaking News:

Ribuan Liter Miras di Karanganyar Dipecahkan

Seribuan minuman keras (miras) berbagai merk hasil operasi cipta kondisi dimusnahkan di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/5/2021). 

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Pemusnahan miras berbagai merk dalam rangka cipta kondisi di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/5/2021).  

Penulis: Agus  Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM,KARANGANYAR - Seribuan minuman keras (miras) berbagai merk hasil operasi cipta kondisi dimusnahkan di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/5/2021). 

Adapun minuman keras yang dimusnahkan itu di antaranya, 1.221 liter ciu, 285 botol Vodka, 167 botol anggur merah, dan 24 botol anggur putih. Miras itu dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan stum usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021. 

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla menyampaikan, miras berbagai merk ini berhasil disita oleh anggota Polres Karanganyar serta polsek jajaran. Kebanyakan miras itu diamankan anggota di wilayah Karanganyar Kota.

"Cipta kondisi ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama ramadan," katanya usai apel pasukan.

Di sisi lain, upaya tersebut dilakukan juga dalam rangka antisipasi tindak kriminalitas yang dipicu dari konsumsi miras. Selain memusnahkan miras, beberapa petasan seperti meriam spirtus yang disita anggota saat melakukan patroli juga dimusnahkan dalam kesempatan itu.

"Penjual miras dikenakan tindak tipiring dan pembinaan supaya tidak mengulangi lagi," jelasnya. 

Kaitannya dengan Operasi Ketupat Candi, Polres Karanganyar mendirikan delapan pos yang terdiri dari pengamanan, pelayanan, penyekatan dan terpadu. Kapolres Karanganyar menuturkan, ada 350 personel yang diterjunkan baik itu dari TNI-Polri dan instansi terkait.

Ada beberapa fokus atau sasaran kaitannya dengan Operasi Ketupat Candi yakni imbauan protokol kesehatan, antisipasi kriminalitas dan tentunya larangan mudik lebaran.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, berkaca dari momen hari raya keagamaan atau Hari Raya tahun lalu, kasus Covid-19 mengalami kenaikan. Begitu juga setelah libur panjang. 

Sehingga pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini. Lanjutnya, tim gabungan baik itu dari TNI-Polri serta dinas terkait diharapkan dapat fokus melakukan pencegahan guna mengantisipasi adanya pemudik mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved