Breaking News:

Tadarus

TADARUS: Istiqomah, Awal Menuju Keberhasilan

Dalam kehidupan sehari-hari pasti sering dengar dan sangat familiar di telinga kita dengan istilah istiqomah atau istiqamah

tribunjateng/ist
DR. Multazam Ahmad, MA | Takmir Masjid Raya Baiturrahman Semarang 

Ditulis oleh DR. Multazam Ahmad, MA | Takmir Masjid Raya Baiturrahman Semarang

TRIBUNJATENG.COM - Dalam kehidupan sehari-hari pasti sering dengar dan sangat familiar di telinga kita dengan istilah istiqomah. Seorang dai, kiai, maupun ustad sudah menyampaikan. Baik di kantor, kampus, pesantren, sekolah, dan tempat kerja di manapun kita berada. Bahkan kita sendiri sering mengucap istilah istiqomah .Setiap orang ingin menjalani istiqomah. Tetapi tidak semudah yang dibayangkan.

Apa istiqomah itu? Secara etimologi memiliki makna i’tidal atau lurus. Artinya sikap konsisten untuk mengerjakan sesuatu dengan lurus, atau usaha untuk melakukan yang baik.

Istiqomah sering dikaitkan sesuatu aktivitas khususnya dalam hal ibadah. Seperti puasa Ramadan, salat, zakat, infak, sedekah, dan lain sebagainya. Mengapa Allah swt memberi apresiasi yang besar terhadap manusia yang bisa menjalani istiqomah? Karena tidak semua manusia bisa untuk melakukannya.”Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada air yang cukup”. (QS.Al-Jin :16).

Artinya manakala manusia bisa menjalani perintah agama dengan istiqomah,mereka akan mendapatkan apresiasi berupa kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat.Inilah keutamaan dalam menjalani istiqomah.

Itulah sebabnya Ibnu Athaillah al-Sakandari dalam kitab Taj al-Arus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus berkata: “Sebaik-baik yang diminta hamba kepada Allah swt adalah bagaimana ia menjadi orang yang istiqomah bersama-Nya. Allah swt berfirman: “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus atau Istiqomah “. (QS.al-Fatihah:6). Mintalah hidayah dan istiqomah kepada-Nya, yaitu agar kau senantiasa bersama Allah swt dalam setiap keadaan dengan sesuatu yang Dia ridhoi berupa apa yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam”.

Istiqomah merupakan tingkatan yang akan menyempurnakan segala urusan kita. dengan Istiqomah berbagai kebaikan dapat diraih siapa yang tidak Istiqomah dalam keadaannya pasti segala urusannya menjadi sia-sia .”Janganlah seperti seorang perempuan yang mengurai benang yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali “. (QS.al-Nahl : 92).

Allah SWT mendorong kita untuk senantiasa Istiqomah. Artinya beri kami Taufik untuk berjalan di jalan yang lurus jalan yang ditunjukkan dan diserukan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

“ Demikianlah kami wahyukan kepadamu ruh (Alquran) dengan perintah kami sebelumnya kamu tidak mengetahui apa akibat apa Alkitab (Alquran) itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Tetapi kami menjadikan Alquran itu cahaya, yang dengan Kami memberi petunjuk kepada siapa yang kami kehendaki diantara hamba, sesungguhnya kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Yaitu jalan Allah subhanahu wa taala”.(QS. al-Syura: 52-53). Yang dimaksud jalan lurus adalah agama Islam. Kita bisa berusaha mengambil ajaran-ajaran Islam untuk istiqomah.

Sedikit sekali orang akan sadar tentang istiqomah. Kebanyakan manusia mengalami kebosanan atau tidak konsisten. Padahal istiqomah merupakan awal keberhasilan yang akan dicapai oleh manusia baik dalam kehidupan dunia sampai akhirat. Dalam konteks ibadah, ada beberapa keuntungan bagi orang yang dapat melakukan istiqomah. Pertama, memeroleh kecintaan Allah SWT. seorang hamba yang dapat melakukan sikap istiqamah dalam melakukan amal shalih maka dia akan dekat dengan Allah swt. dan akan menjadi hamba yang dicintai-Nya.

Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Allah berfirman : “tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang aku cintai daripada kewajiban yang aku bebankan kepadanya. Dan senantiasa (terus-menerus istiqamah) hamba-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya”.Artinya Allah swt senang terhadap orang yang melakukan istiqomah. “Maka istiqamahlah (tetaplah) engkau (Muhammad di jalan yang benar) sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertaubat bersamamu. Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S Hud : 112).

Kedua, dicatat dan mendapat pahala. Meskipun suatu saat tidak dapat melakukanya dengan berbagai sebab. “Ketahuilah bahwa apabila seorang hamba senantiasa Istiqamah dalam beramal, kemudian suatu saat dia tidak bisa melakukan amalnya karena suatu halangan maka Allah akan tetap mencatat untuknya pahala amal shalih yang biasa ia lakukan. Rasulullah SAW bersabda : “Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim (tidak bepergian) dan sehat” (HR Bukhori).

Ketiga, sebagai awal keberhasilan. Orang yang dapat istiqomah akan mendapat kemudahan-kemudahan dari Allah swt. Karena istiqomah pada dasarnya merupakan bentuk keikhlasan segala apa yang diterima dari Allah swt. Orang yang ikhlas dan tidak cepat bosan yang dialami dalam kehidupanya terutama dalam hal ibadah akan mendapatkan surgawi yang dijanjikan. “Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu”.(QS.Fusilat:30). (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved