Breaking News:

Warga Kendal Dilarang Salat Idulfitri Berjamaah di Masjid Zona Merah

Larangan itu dengan tegas disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Moh Toha yang diteruskan kepada para camat dan pemerintah desa menjelang Lebaran.

TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Sekda Kendal Moh Toha. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal dengan tegas tidak mengizinkan adanya salat Idulfitri (Salat Id) di masjid dan musala di lokasi zona merah dan oranye Covid-19.

Larangan itu dengan tegas disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Moh Toha yang diteruskan kepada para camat dan pemerintah desa menjelang Lebaran tiba.

Moh Toha mengatakan, larangan itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat kembali di Jawa Tengah.

Khususnya dalam beberapa klaster setelah masyarakat mulai berkumpul kembali ketika diberikan pelonggaran aktifitas.

Hanya saja, bagi wilayah zona kuning dan hijau Covid-19 berhak mengadakan salat Id di tempat ibadah umum dengan catatan mematuhi protokol kesehatan.

Seperti memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter, dan mengurangi kapasitas jamaah maksimal 50 persen dari kuota.

"Perkembangan Covid-19 di daerah naik lagi. Zona merah dan oranye tidak boleh melaksanakan ibadah salat Id di masjid atau musala. Kalau zona kuning dan hijau terbatas, cuma harus diatur betul kapasitasnya," terangnya, Rabu (5/5/2021).

Kata Moh Toha, Satpol PP, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa dan petugas puskesmas bertugas melakukan monitoring pelaksanaan salat Id di masing-masing wilayah.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) menindaklanjuti arahan dari Kementerian Agama.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved