Breaking News:

7 Negara Kaya Peringati China soal Ancaman pada Taiwan

Melalui pernyataan bersama pada Rabu (5/5), para menlu negara G7 menegaskan kepentingan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Editor: Vito
Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan. 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Para menteri luar negeri dari tujuh negara dengan perekonomian terbesar di dunia (G7) mewanti-wanti China agar tak meningkatkan ketegangan dengan Taiwan.

Melalui pernyataan bersama pada Rabu (5/5), para menlu menegaskan kepentingan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"Kami menentang keras tindakan unilateral apapun yang dapat meningkatkan ketegangan dan mengancam stabilitas kawasan dan hukum internasional, dan prihatin dengan laporan militerisasi, pemaksaan, dan intimidasi di kawasan itu," demikian kutipan pernyataan itu.

Inggris menjadi tuan rumah pertemuan 3 hari para Menteri Luar Negeri itu, sebagai pertemuan G7 pertama dalam 2 tahun covid-19, yang menjadi kesempatan untuk memulai kembali diplomasi tatap muka, dan kesempatan bagi dunia Barat untuk menunjukkan front perrsatuan melawan ancaman dari China dan Rusia.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis di situs resmi G7 itu, para menlu memang tak menyebut langsung China. Namun, para pengamat menganggap semua yang disebutkan merujuk pada China.

Beberapa waktu belakangan, China memang terus meningkatkan kehadirannya di perairan dekat Taiwan. Mereka bahkan melancarkan latihan angkatan laut besar-besaran di perairan tersebut.

Sementara itu, kapal penjaga pantai Taiwan juga terus terlibat konfrontasi dengan kapal penangkap ikan dan pengeruk pasir China yang menurut Taipei beroperasi secara ilegal di wilayah perairannya.

Taiwan menganggap manuver kapal-kapal China itu merupakan bagian dari taktik 'zona abu-abu' yang dirancang untuk menaklukkan Taipei yang selama ini dianggap Beijing sebagai wilayah pembangkang.

Taipei menganggap China menggunakan taktik gray zone itu untuk melemahkan Taiwan, dengan melakukan berbagai aktivitas dan latihan militer berulang kali di dalam atau sekitar zona pertahanan udara serta perairannya.

Selain masalah Taiwan, para menlu G7 juga membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan China terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved