Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Jelang Bergulirnya Liga 1, PSIS Semarang Bertekad Orbitkan Pemain Binaan

Mulai dari bek sayap Pratama Arhan Alief, striker M Bahril Fajar Fahreza, dan kiper Yofandani Damai Pranata

Tayang:
Tribun Jateng/ Franciskus Ariel
CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang berencana akan memaksimalkan potensi pemain binaan saat kompetisi Liga 1 2021 dimulai, yang menurut rencana akan dilangsungkan pada 3 Juli mendatang.

Banjirnya pemain-pemain jebolan akademi PSIS yang diklaim memiliki kemampuan di atas rata-rata membuat manajemen PSIS optimis para pemain muda tersebut mampu bersaing kendati minim pengalaman di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air.

Sejumlah pemain  akademi PSIS memang memiliki kualitas mumpuni, dibuktikan dengan pemanggilan ke Timnas di beberapa kategori usia.

Mulai dari bek sayap Pratama Arhan Alief, striker M Bahril Fajar Fahreza, dan kiper Yofandani Damai Pranata.

Jebolan akademi PSIS  juga masih menyimpan beberapa nama yang sudah tembus ke tim senior yakni Eka Febri Yogi Setiawan, Riski Fajar, dan Farrel Arya Trisandika.

Ketiga pemain tersebut juga mendapat kesempatan cukup banyak di ajang pramusim Piala Menpora.

CEO PSIS Yoyok Sukawi mengatakan hadirnya banyak pemain-pemain muda jebolan dari akademi menjadi sinyal positif untuk melakukan regenerasi di tim senior.

Demi memberi kesempatan kepada para pemain muda, Yoyok mengatakan mau tak mau pihaknya harus melepas sejumlah pemain senior.

Pemain-pemain senior yang sudah resmi keluar sebelum Liga 1 musim ini berjalan yakni Safrudin Tahar dan Abdul Abanda Rachman. Dua pemain lain juga sudah menyatakan mundur dari PSIS yakni Soni Setiawan dan Muhammad Fadli.

"Sebenarnya kita lepas pemain itu karena kita sudah berhasil mengorbikan pemain akademi. Contohnya kami melepas Tahar dan Abanda, terus terang posisi bek kita menumpuk. Sekarang masih ada Arhan, Dewa, Hulk, dan yang lain-lain," kata Yoyok kepada TribunJateng, Rabu (5/5/2021).

"Kalau yang senior-senior tidak kami lepas yang muda-muda nanti tidak dapat kesempatan. Itu memang kita begitu," tambahnya.

Alasan tersebut juga membuat PSIS kata Yoyok tak memprioritaskan untuk merekrut pemain senior atau bahkan pemain bintang dari klub lain. 

"Tahun ini sebisa mungkin kami tahan pemain dari luar. Kami akan maksimalkan pemain binaan kita sendiri. Akan kami orbitkan mereka ke tim utama," ungkap pria berusia 42 tahun tersebut.

Perekrutan pemain baru nantinya jika tim pelatih dalam situasinya sangat-sangat membutuhkan.

"Contohnya  di posisi tertentu kita di tim akademi tidak punya. Dicari kesana kemari tidak ada, kepepet baru kita ambil dari luar. Itu pilihan paling terakhir dan paling buncit nantinya," terangnya.

"Kita punya banyak pemain jadi saya rasa belum waktu yang tepat berburu pemain baru. Anak-anak akademi yang siap diorbitkan itu sudah antri. Kualitas mereka bagus-bagus".

Soal potensi para pemain  muda, Yoyok menjamin pemain belia di PSIS sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

"Contohnya Arhan, memang ada yang ngalahin bek kiri di Indonesia? Dia yang terbaik sekarang. Stopper misalnya, kita punya Dewangga ngapain kita takut. Kita juga punya Farrel masa dia tidak bisa bersaing dengan pemain Liga 1?, kami percaya dengan kemampuan pemain binaan sendiri. Kita tidak takut," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved