Breaking News:

Berita Sragen

Kapolres Sragen Perkirakan Tidak Ada Puncak Arus Mudik : Sudah Tersekat Terlebih Dahulu

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi perkiraan tidak ada puncak arus mudik di Sragen. Mengingat sudah diberlakukannya larangan mudik dari pemerintah pus

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Anggota Satlantas Polres Sragen ketika melakukan penyekatan di Jalan Sragen-Ngawi 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi perkiraan tidak ada puncak arus mudik di Sragen. Mengingat sudah diberlakukannya larangan mudik dari pemerintah pusat.

"Kita perkiraan tidak ada arus puncak, akan stagnan situasi seperti ini saja. Tadi malam pemberlakuan larangan mudik."

"Sehingga tanggal 5 kemarin sangat signifikan peningkatan arus lalu lintasnya," kata Ardi, Kamis (6/5/2021).

Ardi mengatakan sudah dilakukan pemantauan dari wilayah Barat, arus lalulintas sudah sangat landai. Tentunya pihaknya berharap akan terus landai sampai dengan hari H.

Sudah berlangsungnya larangan mudik (6-17/5/2021) ini dikatakan Ardi kendaraan luar kota, apapun alasannya akan diputar balikkan.

Dia meyakini kendaraan luar daerah tersebut telah terlebih dahulu tersekat di daerah-daerah yang lebih dekat dari Sragen. Seperti contoh dari arah Barat sudah tersekat di daerah Bekasi oleh jajaran Polda Metro Jaya.

"Kemudian kedua sudah tersekat di wilayah Brebes, ketiga ada di wilayah Semarang. Kalau dari arah Timur pertama pasti dari pemerintah Kota Surabaya dilanjutkan penyekatan dari Polres Ngawi," kata Ardi.

Kendaraan yang berasal dari wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi penularan Covid-19 atau dari kota-kota besar terutama yang di luar wilayah anglomerasi Solo Raya dan sekitarnya akan diputarbalikkan. 

"Seperti dari arah barat Jakarta dari Bandung, arah Timur dari Surabaya kemudian daerah Malang. Sudah terlalu jauh tidak dalam satu wilayah anglomerasi," lanjut dia.

Ardi memastikan mobilitas masyarakat sangat sangat dimungkinkan terjadi di wilayah anglomerasi. Namun jika kendaraan luar daerah ada indikasi pemudik dan akan putar balikkan.

"Namun konsep kita diawal adalah pencegahan Covid-19 maka yang akan saya fokuskan dan akan terus saya monitor dan pantau adalah gerakan teman-teman di PPKM mikro di desa dan kelurahan," terang Ardi.

Polres Sragen sudah menugaskan para perwira sebagai perwira pendamping para Kapolsek agar selalu menjadi inisiator, mengingatkan ke masyarakat. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved