Breaking News:

Liga 1

Reaksi Hari Nur PSIS Semarang Soal Wacana Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

Wacana regulasi baru jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2021 yakni penghapusan sistem degradasi bagi klub yang tertahan di zona merah

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Istimewa
Hari Nur Yulianto menghadiri sesi jumpa pers jelang laga PSIS vs PSM di babak perempat final Piala Menpora 2021- 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wacana regulasi baru jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2021 yakni penghapusan sistem degradasi bagi klub yang tertahan di zona merah alias tim-tim yang berada di posisi terbawah mendapat tanggapan tersendiri dari bomber PSIS Semarang Hari Nur Yulianto.

Menurut Mukri, demikian sapaan akrab pencetak gol terbanyak dalam sejarah PSIS Semarang tersebut regulasi tanpa adanya degradasi membuat suasana kompetisi menjadi kurang hidup.

Wacana penghapusan sistem degradasi tersebut kembali mencuat, dan dikabarkan menjadi salah satu poin penting ketika rapat anggota komite eksekutif (Exco) PSSI yang berlangsung pada (3/5/2021) lalu.

"Saya pikir wacana ini dikhawatirkan membuat kompetisi kurang greget.

Sebab target kompetisi hanya mengejar gelar juara," kata Mukri kepada Tribun Jateng, Kamis (6/5/2021) siang.

Ide atau wacana penghapusan sistem degradasi tersebut sempat akan diterapkan ketika kompetisi Liga 1 musim 2020 akan dilanjutkan pada Oktober tahun lalu.

Namun pada waktu itu kompetisi Liga 1 batal dilanjutkan hingga akhirnya pada awal tahun 2021 Liga 1 musim lalu resmi tak dilanjutkan.

Bagi penyerang yang pernah mendapat tawaran fantastis dari Bali United tersebut memang sudah merasakan bagaimana serunya kompetisi dengan penerapan degradasi.

Pada kompetisi Liga 1 musim 2018 dan 2019, Mukri bersama rekan setimnya dalam perjalanan kompetisi memiliki kenangan tak terlupakan memperjuangkan klub kebanggan masyarakat Kota Semarang lolos dari ancaman degradasi.

Namun bila sistem degradasi di Liga 1 musim 2021 benar dihapuskan, Mukri menyebut mau tidak mau tetap harus diikuti.

"Kebijakan ada di federasi. Sebagai pemain kami hanya bisa mengikuti aturan yang ada. Ya, yang terbaik saja untuk kompetisi sepakbola kita," ungkapnya.

Saat rapat anggota Exco PSSI, poin penghapusan degradasi menjadi bahan yang didiskusikan panjang.

Dikutip dari Tribuntimur.com, salah satu anggota Exco PSSI, Hasani Abdul Gani, membocorkan hal tersebut.

"Pembahasan soal poin degradasi ini cukup panjang perdebatan di rapat kemarin. Tapi prinsipnya jangan melanggar aturan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved