Breaking News:

Tadarus

TADARUS: Pendidikan dan Kemiskinan, Peran Lembaga ZIS di Masa Pandemi

Pendidikan dan Kemiskinan, Peran Lembaga ZIS di Masa Pandemi. Ditulis oleh M. Abdul Fattah Santoso | Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
M. Abdul Fattah Santoso | Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah 

Ditulis oleh 

TRIBUNJATENG.COM -  Sudah banyak diulas terkait dengan hubungan pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Sebuah contoh adalah perbandingan antara Korea Selatan dan Ghana. Menurut Amartya Sen dalam bukunya Identity and Violence: The Illusion of Destiny (2006), kedua negara tersebut pada tahun 1960 memiliki pendapatan per kapita yang setara.

Tiga dekade kemudian (1990) Korea Selatan telah menjadi salah satu raksasa industri dan masuk kelompok 14 besar ekonomi dunia. Sementara itu, Ghana tidak bisa mengikuti perkembangan Korea Selatan karena pendapatan per kapita Ghana hanya lebih kurang 1/15 dari pendapatan per kapita Korea Selatan. Salah satu faktor keberhasilan ekonomi Korea Selatan ialah tingkat literasi yang jauh lebih tinggi dan sistem pendidikan (sekolah) jauh lebih maju ketimbang Ghana. Tanpa mengesampingkan faktor lain, pendidikan menjadi penyebab kemajuan ekonomi, atau dengan pemahaman berbalik, pendidikan menjadi faktor pengentas kemiskinan.

Namun yang menjadi persoalan pembahasan masalah pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Hari Pendidikan Nasional ini adalah bahwa masalah ini terjadi di tahun-tahun pandemi Covid-19. Berlandaskan data BPS Sensus Penduduk 2020, pandemi telah menaikkan tingkat kemiskinan penduduk Indonesia. Antara bulan Maret (awal pandemi) hingga September 2020, tingkat kemiskinan nasional naik dari 9,78% menjadi 10,19%, setara dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin dari 26,42 juta orang menjadi 27,55 juta, dari total penduduk sebesar 270,2 juta. Menurut Bank Dunia, ini berarti hilangnya tiga tahun capaian dalam upaya mengurangi kemiskinan.

Jawa Tengah ternyata mengikuti kecenderungan yang sama. Masih berlandaskan data BPS, antara bulan Maret hingga September 2020, tingkat kemiskinan Jawa Tengah juga naik dari 11,41% menjadi 11,84% (lebih tinggi dari rata-rata nasional), setara dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin dari 3,98 juta orang menjadi 4,12 juta, dari total penduduk Jawa Tengah sebesar 36,52 juta (peringkat tiga).

Pandemi Covid-19 ternyata juga memberikan dampak pada keberlangsungan pendidikan sebagai variabel yang mempengaruhi pengentasan kemiskinan. Pertama, dampak jangka pendek, berupa kejutan budaya, yang dirasakan oleh banyak keluarga di Indonesia baik di kota maupun di desa, seperti belum familiernya pembelajaran di rumah (home schooling), problem sosio-psikologis transformasi belajar tatap muka ke belajar secara daring (dalam jaringan) atau on-line, belum meratanya infrastruktur teknologi informasi, dan model penilaian yang belum valid. Proses ini berjalan pada skala yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua, dampak jangka panjang, berupa kualitas lulusan produk masa pandemi dan persoalan keadilan, yaitu peningkatan ketidaksetaraan antar kelompok masyarakat dan antardaerah di Indonesia.

Bila kedua variable, pendidikan dan kemiskinan, yang memiliki hubungan sebab-akibat itu sama-sama terpapar, solusi apakah yang dapat dilakukan, baik terhadap pendidikan maupun terhadap kemiskinan? Belajar dari ibadah di bulan Ramadhan, bulan yang dianjurkan di dalamnya dilakukan amal shaleh (perbuatan kebajikan), tidak hanya yang bersifat hubungan dengan Allah (hablun minallah), seperti shalat, puasa, tadarus Al-Qur’an, dan i‘tikaf, namun juga yang bersifat hubungan dengan sesama manusia (hablun minannas), seperti zakat, infaq dan shadaqah (ZIS).

Terkait dengan ZIS, melalui peraturan negara, sekarang sudah banyak lembaga-lembaga yang menangani pengelolaannya (dari pengumpulan sampai distribusinya), seperti Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), LazisMu (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah), LazisNu (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama), Dompet Dhu‘afa, Rumah Zakat, dll. Lembaga-lembaga ZIS ini dapat berperan lebih aktif lagi dalam menangani keterpaparan yang dialami bidang pendidikan dan ekonomi lapisan bawah penduduk Indonesia. Landasan teologisnya jelas, a.l. pesan Allah dalam Al-Qur’an: “… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi pengetahuan (sebagai produk dari proses pendidikan, pen.) beberapa derajat (termasuk di bidang ekonomi, pen). …” (Q.S. Al-Mujadilah/58:11). Bila selama ini sudah ada penyaluran dana ZIS dalam bentuk beasiswa yang selain menyentuh secara langsung aspek kemiskinan berupa peserta didik dari keluarga miskin, juga menyentuh secara tidak langsung aspek pendidikan berupa pemerataan akses pendidikan, maka di musim pandemi ini diperlukan terobosan penyaluran dana.

Bila pandemi adalah peristiwa yang luar biasa, maka solusi yang dilakukan terhadap bidang-bidang kehidupan yang terpapar olehnya juga dapat bersifat luar biasa, keluar dari buku teks, berbasis ijtihad. Terhadap bidang pendidikan, misalnya, lembaga ZIS dapat menyalurkan dananya untuk pelatihan pembelajaran daring (bagi guru-guru), televisi pendidikan (baik soft-ware maupun hard-warenya, bagi jaringan pendidikan), pemberian subsidi honorarium (bagi tenaga kependidikan) dan penyediaan infrastruktur teknologi informasi (bagi sekolah atau madrasah yang terbatas sumber pendanaannya).

Sementara terhadap bidang ekonomi, lembaga ZIS, misalnya, dapat menyalurkan dananya untuk pelatihan kewirausahaan dari yang konvensional sampai yang e-preneur (kewirauasahaan berbasis elektronik) kepada keluarga miskin yang berminat dan/atau sudah memiliki usaha kecil agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan struktural. Bila selama ini lembaga ZIS, khususnya LazisMu, dapat mengumpulkan dana yang relatif besar untuk penanggulangan bencana alam, mengapa kepercayaan masyarakat itu tidak ditransformasikan ke bencana sosial-budaya sebagai dampak pandemi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved