Breaking News:

Berita Jateng

Terima THR Rp 50 Ribu, Buruh di Brebes Mogok Kerja, Disnakertrans Jateng Turun Tangan

"Ada pemotongan THR. Bagi buruh yang masa kerjanya di atas satu tahun hanya akan diberikan THR sebesar Rp 50 ribu

Istimewa
Buruh di Brebes mogok kerja karena menerima THR sebesar Rp 50 ribu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan buruh pabrik aksesoris sepatu olahraga, PT Agung Pelita Industrindo (API) Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes melakukan protes kepada pihak manajemen perusahaan.

Pasalnya, perusahaan hanya memberikan tunjangan hari raya (THR) keagamaan sebesar Rp 50 ribu.

Protes dilakukan sekitar 400 buruh dengan mogok kerja pada sif malam, Rabu (5/5/2021) dan dilanjutkan pada Kamis (6/5/2021) pagi.

"Ada pemotongan THR. Bagi buruh yang masa kerjanya di atas satu tahun hanya akan diberikan THR sebesar Rp 50 ribu dengan alasan terdampak pandemi.

Kalau seperti itu, bagaimana yang masa kerjanya di bawah 1 tahun, makanya kami menolak kebijakan itu," kata Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT API, Haerudin dalam pesan tertulis kepada Tribun Jateng, Kamis.

Pihaknya meminta pemberiaan THR harus sesuai aturan yang berlaku. Yakni sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Indonesia tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Terkait jumlah besaran, bagi buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan gaji.

Sementara, bagi buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional. Yakni, sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali satu bulan upah.

Adapun bagi buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

"THR keagamaan tahun ini wajib dibayar penuh dan tepat waktu oleh pelaku usaha. Kondisi saat ini berbeda pada 2020 lalu saat pemerintah memberikan kelonggaran kepada para pengusaha untuk memberikan THR secara bertahap," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved