Breaking News:

Berita Jateng

THR dan Gaji Dicicil, Buruh di Boyolali Demo dan Bakar Ban, Ini Hasil Mediasinya

Mereka menyatakan ketidakpuasannya atas kebijakan perusahaan yang membayar gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan cara dicicil

Istimewa
Ribuan buruh di Boyolali melakukan aksi terkait gaji dan THR yang rencananya dicicil oleh pihak perusahaan. IG 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Ribuan pekerja PT Pan Brothers Tbk (PBRX) di pabrik Boyolali melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (5/5/2021) kemarin.

Informasi ini terungkap dalam unggahan video viral di Instagram yang menampilkan keributan massa buruh yang menyerbu pabrik perusahaan tekstil tersebut.

Ribuan buruh pabrik garmen tersebut juga memenuhi dan menutup akses jalan. Bahkan, mereka juga tampak membakar ban di tengah jalan.

Mereka menyatakan ketidakpuasannya atas kebijakan perusahaan yang membayar gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) dengan cara dicicil.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari menyatakan, persoalan buruh dan pengusaha sudah rampung setelah melakukan mediasi tripatrit dengan melibatkan pemerintah.

"Dinas sudah melihat bagaimana pelaksanaannya. Di Boyolali melihat bagaiamana pelaksanaan THR tidak lancar.

Ternyata tidak hanya THR yang rencananya dilakukan bertahap, tetapi juga gaji," kata Sakina saat memantau proses pembayaran THR di Kawasan Industri Candi Semarang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, persoalan di pabrik garmen besar itu muncul saat buruh menerima gaji yang dilakukan dengan dicicil yakni 5 Mei dan 10 Mei 2021.

Begitu juga dengan THR yang rencananya dilakukan bertahap.

"Dari Dinas Tenaga Kerja melakukan mediasi, tripatrit, dan sudah selesai. Pembayaran gaji dilakukan satu kali tanggal 5 Mei kemarin sudah dan besok tanggal 7 Mei, tidak pada 10 Mei. Untuk THR tinggal pembayaran, hari ini informasinya," tandasnya.

Sakina berharap persoalan THR ini tidak terjadi di perusahaan lain. Meskipun demikian, ada komitmen perusahaan untuk memenuhi hak untuk pekerja.

Dengan melihat kondisi covid seperti ini, semua industri terdampak. Namun, pemerintah telah memberikan insentif dengan kemudahan pajak dan lainnya.

Kemudian, gaji dan THR merupakan hak pekerja yang harus dipenuhi pengusaha.

"Sesuai ketentuan Peratuean Menteri Tenaga Kerja, pekerja yang sudah lebih dari 12 bulan bekerja, menerima satu kali gaji, ada yang lebih, bervariasi. Kesadaran pengusaha patut ditunjukan, ada kewajiban moral untuk mematuhinya," imbuhnya. (mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved