Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dinas Perdagangan Kota Semarang Ingatkan Masyarakat Teliti Beli Makanan Jelang Lebaran

Dinas Perdagangan Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti membeli pangan menjelang lebaran

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Istimewa
Dinas Perdagangan Kota Semarang dan BPOM Semarang melakukan pengawasan pangan di supermarket, Kamis (6/5/2021) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti membeli pangan menjelang lebaran. Pasalnya, sejumlah pangan ditemukan tidak memenuhi syarat.

Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, telah melakukan sidak ke beberapa supermarket bersama BPOM Kota Semarang.

Dari hasil sidak, pihaknya memang tidak menjumpai adanya makanan expired atau kedaluwarsa. Hanya saja, tim menjumpai adanya zat olahan makanan sebagai pencampur kue yang berbahaya.

"Ini secara teknis BPOM yang tahu. Makanan itu sudah langsung dimusnahkan," ucap Dili, sapaannya, Jumat (7/5/2021).

Maka, dia mengimbau masyarakat teliti dalam membeli makanan jelang Lebaran. Pembeli harus melihat label tanggal kedaluwarsa. Disamping itu, pembeli juga harus melihat dan memastikan apakah makanan tersebut memiliki izin edar.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan bersama Tim Satgas Pangan Kota Semarang juga telah makukan monitoring ke Pasar Tradisional. Pihaknya menemukan daging yang sudah menghitam. Dimungkinkan, daging tersebut tidak dimasukan dalam freezer sehingga menjadi tidak segar.

Pihaknya telah menyosialisasikan kepada seluruh pedagang pasar agar menjual daging yang segar.

"Jadi, masyarakat harus benar-benar teliti jika membeli makanan ataupun bahan makanan. Beli daging harus yang segar karena menurut Dinas Pertanjan jika daging didiamkan beberapa menit atau jam akan bertambah jutaan bakteri," jelas Dili.

Sementara itu, BPOM Semarang telah melakukan intensifikasi pangan di beberapa kota antara lain Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Klaten, Boyolali, Purworejo, Magelang, Blora, Kebumen, dan Tegal.

"Hingga 6 Mei kami telah melakukan pengawasan terhadap 45 sarana distribusi retail. Ada 7 distributor, 32 swalayan, dan 6 toko," sebut Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin, dalam rilis tertulis.

Pihaknya melakukan sampling uji cepat menggunakan test kit sebanyak 241 sampel makanan. Hasilnya, 215 sampel pangan memenuhi syarat dan 26 sampel pangan tidak memenuhi syarat karena ditemukan ada yang mengandung formalin dan rhodamin B.

"Jenis pangan yang mengandung formalin antara lain botok teri, cumi kering, teri asin, teri nasi, ikan jambal. Sedangkan yang mengandung rhodamin B antara lain kue mangkong, cendol, terasi, kerupuk pasir, kue contong warna," rincinya.

Produk tersebut, sambung dia, disampilng dari Kota Semarang (Pasar Bulu dan Peterongan), Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Pati.

Menurutnya, kegiatan intensifikasi akan terus berlanjut hingga dua pekan setelah hari raya Idulfitri. Dia berharap, olahan pangan yang beredar di tingkat distributor, ritel, maupun pangan takjil yang banyak dijajakan saat Ramadan dapat menunjukan kualitas yang meningkat dari tahun ke tahun.

"Kesadaran pelaku usaha perlu terus ditingkatkan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan. Selain itu, kesadaran konsumen perlu ditingkatkan dalam memilih produk yang aman dikonsumsi," tuturnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved