Breaking News:

Inafis Cek Lokasi Ledakan Mercon Tewaskan Bocah Pekalongan, 4 Teman Harus Operasi

Tim laboratorium forensik Mabes Polri cabang Polda Jawa Tengah, menyelidiki kasus ledakan petasan.

Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Tim laboratorium forensik Mabes Polri cabang Polda Jawa Tengah, menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tim laboratorium forensik Mabes Polri cabang Polda Jawa Tengah, menyelidiki kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Pemeriksaan dilakukan di dalam TPQ Al Amir yang berlokasi di Gang 3 Simbang Kulon.

Pantauan Tribunjateng.com, Jumat (7/5/2021) siang, tiga petugas labfor didampingi dua petugas Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polres Pekalongan Kota.

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa jam, tim labfor mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Achmad Sugeng mengatakan, tim labfor menyebutkan sejumlah barang bukti berupa bubuk misiu yang menempel di dinding TPQ tersebut.

"Kami bersama tim labfor untuk memastikan bahan petasan yang menewaskan satu remaja dan 4 orang mengalami luka berat," kata AKP Achmad Sugeng kepada Tribunjateng.com.

Selain bubuk misiu, bekas petasan yang tersisa juga diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Kasat Reskrim mengungkapkan, menunggu empat hari pemeriksaan tersebut.

"Hasilnya menunggu sekitar 4 hari mengenai hasil penyebab adanya letasan tersebut," ungkapnya.

Kemudian saat disinggung mengenai perkembangan kondisi keempat korban ledakan tersebut, AKP Achmad Sugeng menjelaskan kondisi korban sudah semakin membaik.

"Keempat korban yang masih di rawat di dua rumah sakit, saat ini kondisinya semakin membaik. Mereka sudah siuman semua setelah melakukan operasi," imbuhnya.

AKP Achmad Sugeng menambahkan, perkembangan penyelidikan kasus ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi baik dari korban ataupun warga sekitar.

"Kami juga masih menelusuri bubuk misiu yang digunakan untuk membuat petasan tersebut," tambahnya.

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved