Breaking News:

Berita Karanganyar

THR Dicicil, Haryanto Terima Karena Kondisi Sedang Sulit

Ketua DPD KSPN Karanganyar, Haryanto bisa menerima kesepakatan soal Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan yang dibayarkan dengan cara dicicil

ist/tribunnews
Ilustrasi THR 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Ketua DPD KSPN Karanganyar, Haryanto bisa menerima kesepakatan soal Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan yang dibayarkan dengan cara dicicil.

Haryanto menyampaikan, kondisi di lapangan memang banyak perusahaan yang belum bisa bangkit atau kembali normal. Sesuai aturan dari pemerintah, perusahaan tidak boleh membayar THR dengan cara dicicil dan harus diberikan secara penuh. 

Melihat keadaan tersebut sehingga ada kesepakatan pembayaran THR yang tidak sesuai dengan aturan dari pemerintah.

Menurutnya, kondisi demikian harus dapat dimaklumi oleh para pekerja. Apabila dipaksakan THR dibayar penuh tanpa dicicil, dikhawatirkan perusahaan akan berhenti beroperasi dan dampak sosialnya lebih besar semisal pengangguran. 

"Maka dengan berbagai peritmbangan, THR dicicil dan teman-teman karyawan menerima dengan membuat surat kesepakatan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (7/5/2021). 

Kondisi perusahaan yang sedang sulit juga dirasakan di tempat Haryanto bekerja. Semula pekerja menghendaki THR dibayarkan  dengan cara dicicil dua kali, masing-masing sebesar 50 persen.

Lanjutnya, akan tetapi perusahaan memberikan penawaran THR dibayarkan dengan cara dicicil empat kali, masing-masing sebesar 25 persen.

"Setelah minta tolong atau mengadu ke dinas, perusahaan sanggup menaikan sebesar 5 persen di awal pembayaran (THR)," tuturnya.  

Selanjutnya antara serikat pekerja dan perusahaan membuat surat kesepakatan untuk kemudian disampaikan kepada para pekerja. Dia menyadari kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan sejak 3 tahun terakhir. 

"Dulu tempat kami THR dibayarkan 1,5 kali gaji dan masih dapat bingkisan lebaran. Tapi karena kondisi perusahaan sulit, makanya kita maklum. 25 tahun perusahaan sudah baik kepada kita (pekerja), 2 tahun ini kita berikan toleransi dengan memberikan THR dengan cara dicicil," ungkapnya. 

Terpisah saat ditemui Tribunjateng.com, Kabid Hubungan Industrial (HI) Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan, sudah ada 10 aduan lewat hotline dan 6 aduan secara langsung baik dari serikat dan perusahaan ke dinas pada H-6 lebaran. Serta ada juga pihak perusahaan yang berkonsultasi soal pembayaran THR. 

"Kemarin ada dua perusahaan anak cabang, belum ada kesepakatan soal THR, Itu manager dan serikat pekerja ke dinas. Kemudian kami diskusikan dirembug lagi. Kemarin malam, serikat sudah memberikan informasi formula pemberian THR yang telah disepakati antara pekerja dan perusahaan. Pembayaran dicicil empat kali," terangnya. 

Dia menjelaskan, selain perusahaan yang membayar THR dengan cara dicicil, ada juga perusahaan yang telah melaporkan ke dinas soal kesanggupannya membayar THR secara penuh. Hingga saat ini ada 28 perusahaan yang telah melaporkan ke dinas. 

Berdasarkan data akhir 2020, ada sejumlah 696 perusahaan baik itu skala kecil, menengah dan besar di wilayah Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan klasifikasi dari dinas, jumlah pekerja di atas 100 orang sudah termasuk dalam kategori perusahaan besar. Perusahaan yang termasuk besar ada 148 perusahaan. 

"Kebanyakan yang ke sini (mengadu ke dinas) itu perusahaan yang terbilang besar," pungkasnya. (Ais). 

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved