Breaking News:

Berita Jateng

Kejati Jateng Tetapkan Tiga Orang Tersangka Kasus Penyimpangan Dana Nasabah BPR Bank Salatiga

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng melakukan penyidikan kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana nasabah BPR Bank Salatiga senilai Rp 24,7 miliar.

istimewa
Asisten Intelijen Kejati Jateng, Emilwan Ridwan. 

Penulis: Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng melakukan penyidikan kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana nasabah BPR Bank Salatiga senilai Rp 24,7 miliar.

Dalam penanganannya, Kejati Jateng secara resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Ketiganya yaitu DW, TR dan SN.

"Kami sampaikan bahwa penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana nasabah BPR Bank Salatiga," kata Asisten Intelijen Kejati Jateng Emilwan Ridwan, di kantornya, Jumat (7/5/2021).

Emilwan menjelaskan, tersangka DW dan TR berposisi sebagai direktur pada BPR Salatiga. Sementara satu tersangka lainnya yaitu SN menjabat sebagai Satuan Pengawas Internal bank.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik melakukan pemeriksaan dengan memintai keterangan para saksi. Total ada 48 saksi yang diperiksa, terdiri dari 28 nasabah dan 18 orang pihak bank.

"Peran para tersangka ini memanfaatkan situasi. Jadi saat ada dana nasabah yang hilang, ditutup-tutupi, dan itu tidak tercatat dalam sistem perbankan," jelasnya.

Masih kata Emilwan, masing-masing tersangka berperan aktif melakukan penyimpangan dana nasabah. Kejati akan terus mendalami kasus ini, termasuk mendata aset-aset yang dimiliki tersangka.

"Ini bagian dari upaya pengembalian kerugian keuangan negara, karena nominalnya memang cukup besar," paparnya.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 KUHP. Serta dijerat Pasal 3 Jo Pasal 18 pada undang-undang yang sama.

Untuk diketahui, penyimpangan dana nasabah BPR Salatiga diduga berlangsung selama 2008 hingga 2018. Pada kurun waktu itu terdapat penerimaan dan penarikan dana nasabah di luar sistem perbankan BPR Salatiga.

Akibatnya terjadi selisih saldo simpanan pada 28 nasabah dengan total Rp 24,07 miliar.

Artinya, jumlah saldo yang tercatat di bank lebih kecil dari saldo yang seharusnya. Nominal di atas merupakan akumulasi dana nasabah yang disalahgunakan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved