Breaking News:

Berita Nasional

Video Promosi Kuliner Jokowi Picu Kesalahpahaman, Mendag Minta Maaf

Makan tersebut tidak tepat apabila dikaitkan dengan perayaan lebaran, karena Babi merupakan makanan haram bagi umat muslim.

Tribunnews.com/Istimewa
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Sekretariat Presiden 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan (Mendag), mengatakan bahwa tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner nusantara termasuk di dalamnya Bipang Ambawang

Mendag meminta maaf bila ajakan promosi tersebut menyebabkan kesalahpahaman.

"Meskipun demikian  kami dari Kemendag selaku penanggungjawab dari acara tersebut, sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan bapak presiden, kami mohon maaf sebesar-besarnya bila terjadi kesalahpahaman," kata Mendag dalam pernyataannya yang disiarkan Youtube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Kisah Sriyanti Janda 16 Anak Asal Pemalang, Banting Tulang Jual Es Cendol, Rumah 3X6 Meter Penuh

Baca juga: Arus Lalu Lintas di Karanganyar Cenderung Menurun Sejak Berlaku Larangan Mudik

Baca juga: Bantuan Terus Mengalir ke Sriyanti Janda Belasan Anak di Pemalang, Tak Kuasa Menahan Haru

Baca juga: Erwin Ngaku Palsukan Surat Hasil Swab PCR untuk Naik Pesawat Karena Terdesak Tugas Dinas

Mendag mengatakan niat dari pemerintah seperti yang disampaikan Presiden agar masyarakat bangga terhadap produksi dalam negeri termasuk kuliner khas daerah, dan menghargai keberagaman bangsa Indonesia.

Mendag menjelaskan maksud pernyataan  Jokowi yang mempromosikan sejumlah makanan.

Menurut Mendag, maksud dari pernyataan Presiden tersebut untuk mengajak masyarakat Indonesia mencintai dan juga membeli produk lokal. 

"Pernyataan bapak presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indoensia yang terdiri dari beragam suku agama dan budaya, yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah, setiap makanan memiliki kekhasan, dan menjadi makanan favorit lokal," kata Mendag.

Sebelumnya, Jokowi ajak masyarakat Indonesia untuk belanja online menjelang lebaran saat ini.

Salah satunya belanja kuliner khas daerah, untuk mengobati kerinduan pada kampung halaman.

"Untuk bapak ibu dan saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online," kata Jokowi dalam video yang dilihat Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

Halaman
123
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved